Mataram – Di pesisir pulau Lombok, mutiara tidak hanya dipandang Setiawati sebagai hasil kekayaan alam. Bagi dia, mutiara juga merupakan bagian dari identitas daerah yang memiliki peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Keyakinan itu kemudian membawanya mendirikan Setia Pearl di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 2018. Usaha tersebut tidak sekadar bergerak dalam penjualan perhiasan. Setiawati ingin memperkenalkan mutiara Lombok sebagai salah satu oleh-oleh khas yang dapat dibawa pulang wisatawan, sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi perempuan dan penyandang tunarungu.
BACA JUGA:Wujudkan Rumah Impian, Intip Promo BRI Multiguna di Danantara Housing Expo 2026
BACA JUGA:Kisah Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
BACA JUGA:Narsun dan Kisah BRILink Agen “Juragan” di Jabar, Perluas Perlindungan Sosial untuk 7 Ribu Pekerja
Menurut Setiawati, sebuah usaha memiliki nilai lebih ketika pertumbuhannya turut dirasakan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan mutiara alami Lombok, Setia Pearl memproduksi beragam perhiasan, mulai dari cincin, gelang, kalung, anting, hingga liontin. Sejumlah produk juga dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan dengan pilihan yang disesuaikan berbagai segmen pasar.
Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Seiring meningkatnya permintaan pasar, Setiawati mulai memiliki keinginan membuka cabang di berbagai wilayah Indonesia. Namun, kebutuhan modal untuk bahan baku dan lokasi usaha menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi.
Tantangan terbesar dalam usaha kami adalah melakukan ekspansi ke beberapa daerah di Indonesia. Permintaan pasar sebenarnya cukup besar, tetapi kebutuhan modal untuk bahan baku dan tempat usaha juga semakin besar, ujar Setiawati.

/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
/2026/01/30/108812249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335613/original/080555500_1788005992-Sosialisasi_Pasal_18A_PP_Nomor_21_Tahun_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009692/original/065736200_1779781689-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)