Jakarta – Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Ekosistem Transportasi Digital selesai dalam waktu sepekan setelah proses sinkronisasi sejumlah pasal hampir rampung. Salah satu poin penting yang telah disepakati adalah penetapan pengemudi ojek online (ojol) sebagai usaha mikro atau bagian dari UMKM, sehingga mereka tetap memiliki fleksibilitas kerja sekaligus berpeluang memperoleh berbagai insentif bagi pelaku usaha mikro.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan saat ini pembahasan Perpres telah memasuki tahap finalisasi akhir.
BACA JUGA:Menteri Maman: UMKM Dapat Modal, Pasar Jangan Sampai Hilang
BACA JUGA:Menteri UMKM Buka Suara: Pasar Kita Dikuasai Produk Impor
BACA JUGA:Sebut Maman Abdurrahman Inspektur Vijay, Airlangga Minta UMKM Belajar dari India
“Sekarang kita sedang dalam tahap finalisasi akhir terkait Perpres mengenai ekosistem transportasi digital. Tinggal ada beberapa pasal lagi yang sedang kita sinkronisasi dan finalisasi. Insyaallah, mudah-mudahan dalam satu minggu ini sudah tuntas,” kata Maman dikutip dari Antara, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan hanya sekitar dua pasal yang masih dalam proses sinkronisasi sebelum regulasi tersebut ditetapkan.
Menurut Maman, keputusan menjadikan pengemudi ojol sebagai usaha mikro diambil setelah pemerintah berdialog dengan berbagai komunitas dan asosiasi pengemudi.
“Saya sudah bertemu kurang lebih dengan hampir 20 asosiasi dan komunitas ojol. Aspirasi mereka mayoritas mengarah kepada UMKM, artinya ke usaha mikro,” ujarnya.
Penetapan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum baru bagi pengemudi ojol dalam ekosistem transportasi digital nasional.


/2025/11/14/360945270.jpg)
/2025/02/11/767625643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465923/original/041129700_1686733531-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4112101/original/023729000_1659532008-20220802_111724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320205/original/037317100_1786340585-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403242.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762233/original/084887400_1709618123-fotor-ai-2024030510810.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)