Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, bakal mencabut izin edar beras fortifikasi yang dijual tidak sesuai standar. Selain masalah kualitas, pemerintah juga menemukan sejumlah merek yang dijual dengan harga yang tidak wajar.
Mentan Amran telah meminta jajarannya untuk mengecek langsung ke lapangan mengenai merek-merek yang melanggar aturan tersebut. Temuan awal menunjukkan bahwa terdapat 13 dari 15 merek beras fortifikasi yang diduga dijual tidak sesuai standar mutu.
BACA JUGA:Mentan Wajibkan Pabrik dan Importir Gula Rafinasi Punya Kebun Tebu Sendiri
BACA JUGA:Pangkas Rantai Pasok Lewat Koperasi Desa, Petani Bisa Untung Rp 263 Triliun
BACA JUGA:Wanti-Wanti Mentan Amran: Beras Tak Boleh Langka di Pasaran
Nanti ini akan kita tertibkan. Saya sudah minta untuk mengecek sedetail mungkin. Sesudah itu, jika sudah fix, saya cabut izinnya, ungkap Amran saat ditemui awak media di kediamannya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dengan langkah ini, Amran menegaskan bahwa beras fortifikasi yang boleh beredar di masyarakat nantinya hanyalah produk yang benar-benar memenuhi standar mutu. Ia menuturkan, saat ini total ada sekitar 40 izin edar beras fortifikasi yang telah diterbitkan oleh Bapanas.
Selain menertibkan produk beras fortifikasi yang tak sesuai standar, Amran juga akan menindak tegas beras yang dijual secara ilegal tanpa izin edar.
Saya minta cabut. Total ada 40 izin yang kita lepas. Namun, ada juga produk yang beredar tanpa izin, itu akan kita tindak juga, tegasnya.



/2022/07/27/2069619128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128631/original/7400_1739254888-DALL__E_2025-02-11_13.20.04_-_A_futuristic_and_vibrant_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_playful_yet_confident_expression_.jpg)