Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mendorong, koperasi desa dan kelurahan mengambil peran dalam pengumpulan minyak jelantah untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan. Minyak goreng bekas tersebut nantinya dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku bioavtur.
Menurut Ferry, penguatan peran koperasi menjadi bagian penting dalam penerapan ekonomi hijau yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam aktivitas usaha yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Seskab Teddy Terima Menteri Koperasi Bahas Rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih
BACA JUGA:Lawan Rentenir, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Pinjaman Bunga 6%
BACA JUGA:Ribuan Pikap Impor India Tiba di Indonesia untuk Kopdes Merah Putih
Ekonomi hijau adalah konsep yang mengedepankan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan agar bisa hidup berdampingan. Karena itu, koperasi menjadi wadah yang tepat untuk mewujudkannya,” kata Ferry usai Forum Ekonomi Hijau di Kantor PLN, Selasa (17/6/2026).
Ia menilai, selama ini masyarakat masih belum banyak terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Padahal, keterlibatan masyarakat diperlukan agar manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan lebih luas.
Untuk memperkuat hal tersebut, Kementerian Koperasi berencana meningkatkan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Ferry mengungkapkan, pihaknya telah membahas peluang program bersama, termasuk pengelolaan minyak jelantah melalui jaringan koperasi.
Salah satu contohnya adalah bagaimana minyak jelantah bisa dikumpulkan melalui koperasi, termasuk koperasi desa dan kelurahan,” ujarnya.
Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan diproses lebih lanjut dan dibeli oleh Pertamina Patra Niaga untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku bioavtur, yakni bahan bakar penerbangan berbasis sumber energi terbarukan.
“Kemudian nanti jelantahnya itu digunakan diproses dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bioavtur,” ucapnya.



/2025/03/26/1110688078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261011/original/037491200_1781673413-1000350978.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4914548/original/067310600_1723299338-WhatsApp_Image_2024-08-08_at_16.33.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448018/original/056078700_1765974252-WhatsApp_Image_2025-12-17_at_18.24.59.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)