Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta aparat penegak hukum untuk mengawal ketat program bantuan pembibitan pemerintah. Langkah ini diambil guna mencegah penyelewengan anggaran yang dapat berdampak buruk pada produktivitas pertanian dalam jangka panjang.
Amran menggandeng berbagai instansi, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Satgas Pangan Polri.
BACA JUGA:Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, KPK Periksa 11 Saksi
BACA JUGA:KPK Sita Toko Ritel Modern di Pekalongan
BACA JUGA:Bos Maktour Travel Lagi-Lagi Absen Panggilan KPK
Ini bagian dari pencegahan agar tidak ada penyimpangan atau pihak yang bermain-main di lapangan. Makanya kami berkoordinasi dengan KPK, kepolisian, kejaksaan, semua bahu-membahu mencegah penyalahgunaan wewenang, ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pengawalan ketat ini menyasar program pembibitan komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, tebu, kopi, mete, hingga pala. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 9,95 triliun dengan target sebaran lahan seluas 870 ribu hektare di seluruh Indonesia.
Menurut Amran, kesalahan pada proses pembibitan taruhannya sangat besar karena menentukan masa depan hasil panen hingga puluhan tahun ke depan.
Kami minta ini dikawal bersama karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita. Tanaman seperti kelapa itu sekali tanam bisa dipanen 30 sampai 60 tahun. Kalau salah di pembibitan, maka dampaknya akan salah selama 30 hingga 60 tahun masa produktifnya. Pengalaman kami, proses pembibitan tidak boleh salah, tegasnya.



/2025/03/26/1110688078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260932/original/054145300_1781669935-Menteri_Koperasi_RI_sekaligus_Ketua_Umum_IKA_Unpad_Ferry_Juliantono-17_Juni_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301907/original/060567600_1674617670-Potret_Turis_China_Berdatangan__Penyeberangan_di_Bali_Ramai-AFP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5096380/original/056080400_1737003997-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448018/original/056078700_1765974252-WhatsApp_Image_2025-12-17_at_18.24.59.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)