Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bersedia memberikan insentif untuk mendongkrak pasar modal dalam negeri. Namun, kebijakan tersebut tidak akan langsung digulirkan.
Pemerintah masih menunggu efektivitas Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) dalam enam bulan ke depan sebelum memberikan stimulus tambahan.
BACA JUGA:57% Investor Pasar Modal Dikuasai Gen Z, Purbaya: Tapi Jangan Asal Nyemplung!
BACA JUGA:Program PINTAR OJK Jadi Cangkul Baru Buat Garap Potensi Pasar Modal
Menurut Purbaya, program PINTAR dirancang sebagai strategi memperkuat struktur pasar modal melalui peningkatan peran investor domestik. Dengan semakin besarnya porsi investor lokal, ketergantungan terhadap aliran dana asing diharapkan berkurang, sehingga fluktuasi pasar tidak mudah dipengaruhi sentimen global.
Kalau programnya jalannya bagus, let\’s say enam bulan dari sekarang, bolehlah datang ke saya minta insentif, kata Purbaya saat Konferensi Pers di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).
Ia menyebut, peluang pemberian insentif akan terbuka jika program tersebut menunjukkan kinerja positif. Evaluasi akan dilakukan setelah periode implementasi berjalan sekitar setengah tahun.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa produk reksa dana dalam skema PINTAR akan dikelola oleh manajer investasi yang telah berpengalaman. Skema ini juga diarahkan untuk menarik minat generasi muda agar mulai berinvestasi secara bertahap melalui instrumen yang relatif lebih mudah diakses.
Ia menekankan, peningkatan jumlah investor domestik menjadi fondasi penting bagi ketahanan pasar keuangan nasional. Dengan basis investor lokal yang kuat, pasar modal Indonesia dinilai akan lebih stabil dan tidak mudah terombang-ambing oleh aksi spekulatif investor asing, selama kondisi fundamental ekonomi tetap solid.
Yang paling penting adalah ini adalah salah satu langkah untuk memperdalam pasar modal kita dalam pengertian banyak, akan lebih banyak investor domestik yang bermain, sehingga pasar modal kita tidak gampang digoyang oleh orang-orang asing yang iseng, yang tidak suka kita selama fundamental ekonomi kita baik. Jadi, ini langkah yang bagus sekali untuk pendalaman pasar modal, ujarnya.



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567306/original/004926300_1777274824-Screenshot_2026-04-25_142026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357584/original/090784900_1758533603-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_15.12.31.jpeg)
/2024/11/28/1107116727.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493195/original/043069000_1770197217-Juru_Bicara_Kemenko_Perekonomian_Haryo_Limanseto-3.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)