Jakarta – Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I 2026. Angka tersebut lebih tinggi dari target pemerintah di kisaran 5,4-5,6 persen pada 2026. Lantas, apakah Indonesia bisa menjaga atau mencapai level pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi hingga akhir tahun?
Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menilai, capaian ekonomi pada Januari-Maret 2026 sebagai faktor musiman. Berkat adanya Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026, yang mendorong konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah.Â
BACA JUGA:Purbaya Bilang Ekonomi RI Kini Lebih Canggih, Target Pertumbuhan 6 Persen Dipasang
BACA JUGA:Kabar PHK Makin Kencang, Tapi Purbaya Melihat Arah Ekonomi yang Berbeda
BACA JUGA:Kadin Ungkap Ancaman yang Mengintai di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
Adapun konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026, berkontribusi 54,36 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Sementara konsumsi pemerintah pada periode waktu yang sama mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 21,81 persen secara tahunan (YoY). Lonjakan ini terutama didorong oleh realisasi belanja pegawai, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14.
Ini menandakan bahwa sesungguhnya ekonomi kita di triwulan pertama itu lebih di-drive, di dorong benar-benar dari aspek belanja fiskal dan momen lebaran oleh rumah tangga ya. Jadi yang namanya lebaran ya kadang-kadang susah pun tetap meningkatkan konsumsi, karena memang ini adalah kebutuhan tradisi, kata Eko kepada www.wmhg.org, Selasa (5/5/2026).
Tantangan Lebih Berat ke Depan
Sehingga, ia berkesimpulan, tantangan ekonomi pada kuartal II-IV 2026 akan jauh lebih berat. Lantaran tidak adanya momen tahunan seperti Lebaran, dan konflik geopolitik di Timur Tengah yang bakal baru terasa dampaknya pada triwulan kedua tahun ini.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)