Jakarta – Kanada mulai memberlakukan tarif impor balasan terhadap berbagai barang asal Amerika Serikat, pada Selasa, 8 September 2026 ini.
Tarif diberlakukan setelah perundingan perdagangan kedua negara yang berlangsung pada bulan lalu menemui jalan buntu. Perundingan dilakukan di tengah hubungan antara Washington dan Ottawa yang terus memburuk.
BACA JUGA:Trump Ancam Setop Penjualan Bombardier di AS
BACA JUGA:Bursa Asia Dibuka Beragam di Tengah Memanasnya Perang AS-Iran
Adapun tarif balasan yang diberlakukan berkisar antara 15% hingga 50%, terhadap ratusan produk AS dengan nilai total US$ 27,6 miliar. Produknya antara lain susu, peralatan pertanian, kertas, peralatan rumah tangga, dan barang elektronik.
Sementara tarif Kanada terhadap produk baja, aluminium, dan besi dari AS dinaikkan dua kali lipat menjadi 50%. Sementara itu, furnitur, sepeda motor, pakaian, dan sejumlah produk kecantikan termasuk barang yang dikenakan tarif tertinggi.
Melansir laman CNBC, Selasa (8/9/2026), Kanada menyebut kebijakan tersebut sebagai respons kebijakan “dolar demi dolar” terhadap pungutan AS atas produk-produk Kanada, yang dikenai tarif berdasarkan Section 338.
Kementerian Keuangan Kanada mengatakan kebijakan tersebut bertujuan melindungi pekerja, produsen, dan manufaktur Kanada dengan memberi mereka peluang untuk bersaing lebih baik dengan produk-produk AS yang dijual di pasar domestik.
Tarif balasan Kanada yang sebelumnya sudah diberlakukan terhadap AS, termasuk tarif 25% untuk sektor otomotif yang sensitif secara politik, tetap berlaku.
Perundingan perdagangan antara kedua negara yang telah lama menjadi sekutu itu runtuh pada akhir Agustus. Pejabat dari kedua pihak saling menyalahkan atas kegagalan mencapai kesepakatan dan secara terbuka berbeda pendapat mengenai sektor-sektor yang tidak berhasil menemukan titik temu.
/2022/10/22/184678830.jpg)
/2025/05/29/144949142.jpg)
/2026/05/22/1817612093.jpg)
/2020/12/17/225369454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295811/original/080484600_1783948743-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_20262.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294558/original/035037500_1783843547-Pertamina_Perkuat_Kemandirian_Energi_Nasional_Melalui_Program_B50-4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570731/original/036650900_1777538412-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_09.27.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344155/original/028165000_1788937534-email-attachment_2026_09_09_immanuel-christian_meta-bantu-umkm-indonesia-tembus-pasar-ekspor-dengan-ai-pesanan-dari-malaysia-capai-rp-3-juta_IMG_6952.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511438/original/014464000_1626324764-dogecoin_2executium-uRKETZRn-K4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321980/original/056686300_1786513083-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_36_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)