Jakarta – Ekonomi Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan jumlah lapangan kerja yang tak terduga selama Juli 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit menurun.
Demikian dilaporkan Biro Statistik Tenaga Kerja pada Jumat, 7 Agustus 2026, dikutip dari CNBC, Sabtu (8/8/2026).
BACA JUGA:Mantan Pengacara Trump Jadi Jaksa Agung AS
BACA JUGA:DOGE Klaim Hemat Rp 1.958 Triliun, Lembaga Pengawas Ini Temui Kejanggalan
BACA JUGA:Dampak Perang, Risiko Cedera Otak Menghantui Tentara AS
BACA JUGA:Bantu IRGC Iran, AS Jatuhkan Sanksi terhadap Bursa Kripto Dubai
Jumlah lapangan kerja di luar sektor pertanian atau nonfarm payrolls turun 23.000 setelah penyesuaian musiman pada bulan tersebut, dibandingkan Juni yang direvisi turun menjadi 20.000. Konsensus perkiraan Dow Jones sebelumnya memprediksi ada penambahan sebesar 83.000 lapangan kerja.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1% seiring dengan penurunan lebih lanjut tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi 61,4%, angka terendah dalam lebih dari lima tahun. Ini menjadi indikasi lain semakin sedikit warga Amerika Serikat yang bekerja atau mencari pekerjaan.
Selain angka yang lemah untuk Juni dan Juli, jumlah akhir untuk Mei direvisi turun menjadi 63.000, atau 66.000 lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Angka-angka revisi tersebut menurunkan rata-rata 12 bulan menjadi hanya 34.000.
Laporan ketenagakerjaan bulan Juli mempertegas bahwa pasar tenaga kerja belum sepenuhnya pulih dari masa sulit, tutur Ekonom ZipRecruiter, Nicole Bachaud.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya 50.000 lapangan kerja di sektor pendidikan pemerintah daerah dan hilangnya 19.000 lapangan kerja di sektor ritel. Sektor aktivitas keuangan juga mencatat penurunan sebesar 14.000, sementara sektor rekreasi dan perhotelan kehilangan 40.000 lapangan kerja, kemungkinan sebagai dampak dari berakhirnya turnamen Piala Dunia.
Sektor kesehatan, yang selama ini menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja, mencatat penambahan 22.000 lapangan kerja; angka ini berada di bawah rata-rata 12 bulan sebesar 36.000. Sektor konstruksi juga mencatat peningkatan sebesar 22.000.
Jumlah lapangan kerja di sektor swasta justru meningkat sebanyak 30.000 pada bulan tersebut, sementara lapangan kerja di sektor pemerintah berkurang sebanyak 53.000.


/2026/04/06/158692899.jpg)
/2025/03/25/1224033492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308313/original/092754300_1785136392-konbgn4.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1605838/original/010061000_1495793906-20170526-Ekspor-Impor-AY3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314709/original/077774000_1785763686-publikasi_1785761243_6a708ddb84b23.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4026692/original/020940600_1652928706-Inflasi_Inggris_Melonjak_ke_Puncak_dalam_40_Tahun-AP_1.jpg)