Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan ketahanan sektor energi dan pangan menjadi faktor kunci yang membuat Indonesia relatif mampu meredam dampak ketidakpastian global.
Di tengah konflik geopolitik yang masih berlangsung, khususnya di kawasan strategis jalur energi dunia, pemerintah terus memantau perkembangan secara intensif karena berpengaruh langsung terhadap harga komoditas global.
BACA JUGA:Gambaran Ekonomi Iran Usai Digempur AS, Harga Roti Melonjak 140% dan Ekspor Anjlok 70%
“Kita ketahui perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mingguan. Karena fluktuasi harga minyak naik turun secara mingguan,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I 2026, Kamis (23/4/2026).
Airlangga menjelaskan, Indonesia memiliki tingkat ketergantungan yang lebih rendah terhadap jalur distribusi energi global dibanding sejumlah negara lain. Hal ini didukung oleh kebijakan diversifikasi energi yang telah dijalankan selama ini.
Di sisi lain, ketahanan pangan juga dinilai kuat, terutama karena pasokan pupuk dalam negeri yang mencukupi bahkan surplus. Kondisi tersebut membuat Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi memasok ke negara lain.
“Sehingga dengan demikian pupuk kita surplus, dan beberapa negara meminta kepada Indonesia, India, Filipin, maupun Australia. Bapak Presiden sudah menjanjikan untuk memberikan kepada Australia sebesar 250 ribu ton,” jelasnya.
Menurut Airlangga, kombinasi ketahanan energi dan pangan ini membuat dampak fluktuasi global terhadap ekonomi domestik dapat diminimalkan.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5511529/original/034050200_1771911797-IMG-20260224-WA0035.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
/2025/05/14/252621507.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)