Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta perusahaan kelapa sawit segera mengembalikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke level normal, setelah terjadi penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikan Amran usai memimpin rapat yang dihadiri asosiasi sawit, perwakilan petani, Satgas Pangan, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
BACA JUGA:Usai Intervensi Kementan, Petani Sebut Harga Sawit Mulai Membaik
BACA JUGA:Amran Ultimatum 300 Perusahaan, Harga Sawit Petani Harus Naik 10 Persen
BACA JUGA:Harga Sawit Turun, Polisi Duga Ada Kartel
Menurut Amran, seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa tidak ada alasan bagi harga kelapa sawit turun di tengah penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang mencapai sekitar 10%.
Hari ini sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula, bahkan bila perlu lebih tinggi, kata Amran di Kementerian Pertanian, Senin (8/6/2026).
Terkait besaran harga, Amran mengatakan setiap daerah harus mengacu pada harga yang ditetapkan pemerintah daerah melalui peraturan gubernur (pergub). Sebagai contoh, daerah yang sebelumnya menetapkan harga TBS Rp 3.200 per kilogram harus kembali ke level tersebut. Begitu pula wilayah yang harga TBS-nya mencapai Rp 3.600 per kilogram.
Amran juga mengungkapkan bahwa Presiden memerintahkan pemerintah untuk membela kepentingan petani sawit dan memastikan harga TBS tidak merugikan mereka. Menurutnya, sekitar 70% harga TBS saat ini telah kembali normal, sementara 30% sisanya masih dalam proses penyesuaian.
Perintah Bapak Presiden via telepon, beliau mengatakan bela petani 15 juta orang. Harga TBS harus naik seperti semula, bahkan naik 10% dari harga semula. Itu langsung perintah beliau. Tapi alhamdulillah sekarang sudah 70% normal dan tinggal 30%, kata Amran.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520965/original/040339500_1772671959-1000030271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6469027/original/003823200_1779330806-kebanjiran-barang-impor-ilegal-jokowi-akui-ada-permainan-bea-cukai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425364/original/017829900_1764223460-1000162796.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047512/original/073925100_1780890550-Screenshot_2026-06-08_104804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409978/original/045031200_1682764101-Colana_Kripto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)