Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut bakal kembali mengenakan tarif dagang sebesar 10 persen bagi komoditas ekspor asal Indonesia. Namun begitu, Pemerintah bakal berupaya agar Indonesia bisa mendapat keringanan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, AS sebelumnya telah menetapkan tarif sementara sebesar 10 persen untuk seluruh negara selama 150 hari, usai pengadilan setempat membatalkan penerapan tarif resiprokal.
BACA JUGA:Donald Trump Ingin Pasang AI Tercanggih di Dunia untuk Militer
BACA JUGA:Timnas Iran Tiba di Meksiko, Sejumlah Ofisial Masih Ditolak Visa AS
BACA JUGA:Rupiah Diramal Tembus Rp 19.000 Akhir Juni 2026, Ini Pemicunya
Jadi tarif yang ditentukan oleh pemerintah Amerika 10 persen tadi, menggantikan resiprokal itu berakhir pada tanggal 24 Juli 2026, jelas Mendag di kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Setelah itu, Negeri Paman Sam berencana kembali mengenakan tarif sebesar 10 persen kepada Indonesia. Usai Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) melakukan investigasi Section 301 sesuai Undang-Undang (UU) Perdagangan AS Tahun 1974.
Adapun investigasi ini berkaitan dengan isu praktik kerja paksa (forced labor) dan kelebihan kapasitas produksi (excess manufacturing capacity).
Hasil investigasi tersebut telah diterbitkan USTR pada 2 Juni 2026 lalu. Mengacu laporan ini, AS berencana mengenakan tarif antara 10-12,5 persen kepada 60 negara yang menjadi objek investigasi.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386705/original/059945600_1761021204-3__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
/2025/06/28/1288662421.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257112/original/078292600_1781213799-AP26162744447190.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)