Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan tidak akan tinggal diam jika ditemukan perusahaan yang terbukti memotong uang saku peserta Program Magang Nasional. Perusahaan yang melakukan pelanggaran dapat dipanggil untuk dimintai klarifikasi dan berpotensi masuk daftar hitam.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menanggapi kabar dugaan pemotongan uang saku peserta magang yang ramai di media sosial.
BACA JUGA:Kemnaker Bantah Uang Saku MagangHub Dipotong, Simak Mekanisme Pembayaran
BACA JUGA:Apa Itu Green Job Kemnaker: Konsep, Fakta, Jenis, dan Upaya Pemerintah Hadapi Transisi Ekonomi Hijau
BACA JUGA:Pengangguran Usia Muda Tinggi, Perusahaan Malah Sulit Cari Pekerja
Cris mengatakan, Kemnaker membuka ruang bagi peserta untuk melaporkan jika mengalami pemotongan. Namun, hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi yang cukup untuk menelusuri perusahaan atau pihak tertentu yang diduga melakukan praktik tersebut.
Ya misalnya dia harusnya dapat Rp 5,7 juta ternyata dia hanya dapat Rp 4 juta, pasti kan anak akan teriak gitu. Nah, kalau teriak ya kita panggil perusahaannya kita blacklist, kan gitu, jelas dia kepada Jumat (4/9/2026).
Menurut Cris, peserta magang memiliki alasan kuat untuk menyampaikan keberatan apabila uang saku yang diterima tidak sesuai ketentuan. Ia juga menilai informasi mengenai perusahaan yang melakukan pemotongan akan memudahkan Kemnaker melakukan pemeriksaan.
Kemnaker juga telah berupaya mencari pihak yang pertama kali menyampaikan informasi dugaan pemotongan tersebut. Namun, orang yang bersangkutan belum memberikan respons ketika dihubungi.
Cris memastikan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut apabila tersedia data yang dapat diperiksa, baik terkait perusahaan maupun pihak lain yang terlibat.

/2025/12/02/1804168916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253180/original/035425600_1750031361-1000008225.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4741274/original/088178900_1707738159-WhatsApp_Image_2024-02-12_at_15.41.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3936009/original/000915000_1645001334-16_februari_2022-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)