• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-12
0

2129343725

wmhg.org – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 2,14%. Kondisi ini terjadi ketika hampir seluruh lapangan usaha naik menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menyatakan bahwa data BPS tersebut cukup menggambarkan kondisi di lapangan. Gita menyoroti, sektor pertambangan tidak hanya menghadapi tekanan harga, tetapi juga tekanan dari sisi volume, biaya, dan kepastian usaha. 

Pada komoditas batubara, salah satu faktor yang terasa adalah adanya penyesuaian produksi, termasuk melalui proses Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Hal ini menyebabkan ruang produksi dan penjualan perusahaan menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menginjak kuartal II-2026, Gita memandang outlook pertambangan batubara masih menantang. Meski begitu, ada secercah harapan untuk memperbaiki prospek kinerja seiring dengan sinyal perbaikan pasar.

Untuk kuartal II-2026, kami melihat kondisinya masih menantang dalam jangka pendek. Memang ada beberapa sinyal pasar yang mulai membaik, terutama dari pergerakan harga dan permintaan di Asia. Sejumlah analis juga melihat tekanan penurunan harga mulai lebih terbatas, kata Gita kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5/2026).

Hanya saja, Gita mengingatkan bahwa bagi pelaku usaha di dalam negeri, tantangan utamanya bukan hanya soal harga. Tetapi juga ruang produksi, kepastian RKAB, biaya operasi, kelancaran ekspor, dan arus kas (cash flow).

Jadi, peluang perbaikan tetap ada, tetapi belum otomatis tercermin pada kinerja sektor apabila volume produksi dan ekspor masih terbatas. Kuartal kedua kemungkinan masih menjadi periode konsolidasi, sambil menunggu kejelasan kebijakan dan ruang penyesuaian yang lebih fleksibel bagi perusahaan, imbuh Gita.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyoroti kontraksi di sektor pertambangan yang melebihi level 2% pada awal tahun ini. Ketua Komite Pertambangan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Apindo Hendra Sinadia mengungkapkan bahwa  tren pertumbuhan di sektor pertambangan dan penggalian yang dalam tiga tahun terakhir telah menunjukkan indikasi kontraksi. 

Dus, data BPS pada kuartal I-2026 mencerminkan belum adanya pertumbuhan (yoy) di sektor pertambangan dan penggalian. Menurut Hendra, rencana investasi pelaku usaha terdampak oleh beberapa  perubahan regulasi yang berpengaruh secara signifikan. Terutama oleh kenaikan tarif royalti dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025.

Pelaku usaha juga berhadapan dengan pemangkasan produksi yang signifikan, khususnya pada komoditas batubara yang menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan di sektor pertambangan. Selain itu wacana kenaikan tarif royalti dalam revisi PP No. 39/2025 juga akan menekan sektor pertambangan termasuk revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Kemungkinan besar pada kuartal kedua masih berpotensi terjadinya kontraksi pertumbuhan. Dengan berbagai perubahan regulasi kebijakan sulit untuk bisa mengharapkan perbaikan dalam pertumbuhan sektor pertambangan di sisi 2026, kata Hendra kepada Kontan.co.id, Senin (11/5/2026).

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Erwin Aksa membenarkan bahwa data BPS yang mencatat kontraksi sektor pertambangan dan penggalian cukup merefleksikan kondisi riil di lapangan. Pada awal 2026, Erwin menyatakan sektor ini menghadapi tekanan yang tidak ringan. 

Menurut Erwin, kontraksi di sektor pertambangan dan penggalian bukan semata disebabkan penurunan produksi. Tetapi merupakan kombinasi dari pelemahan permintaan global, fluktuasi harga komoditas, tekanan biaya operasional, serta proses penyesuaian di beberapa subsektor tambang.

Untuk sisa tahun 2026, khususnya kuartal kedua, Kadin melihat peluang perbaikan tetap terbuka. Meskipun pemulihannya kemungkinan berlangsung bertahap dan belum merata di semua komoditas, kata Erwin.

Erwin memprediksi permintaan dari kawasan Asia masih menjadi penopang utama, terutama untuk komoditas yang terkait hilirisasi, energi, dan kebutuhan industri strategis. Hanya saja, di sisi lain Erwin mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh sektor pertambangan dan penggalian masih cukup besar.

Ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga minyak dan komoditas, tekanan kurs, hingga potensi perlambatan ekonomi dunia masih menjadi faktor yang membuat pelaku usaha cenderung berhati-hati.  Selain itu, Kadin menegaskan bahwa industri ini juga membutuhkan kepastian regulasi, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur agar investasi di sektor tambang tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Purbaya Blak-blakan Soal Anggaran untuk Koperasi Desa

Purbaya Blak-blakan Soal Anggaran untuk Koperasi Desa

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Peta Persaingan Merek Air Kemasan Indonesia dan Pergeserannya

Peta Persaingan Merek Air Kemasan Indonesia dan Pergeserannya

2026-09-04
Pinjol Singa Fintech: Ilegal atau Legal Berizin OJK?

Pinjol Singa Fintech: Ilegal atau Legal Berizin OJK?

2025-06-30
Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar

Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar

2026-09-03
Tekan Biaya Logistik, Bea Cukai Jakarta Optimalkan Pusat Logistik

Tekan Biaya Logistik, Bea Cukai Jakarta Optimalkan Pusat Logistik

2026-09-04
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05
Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

2026-09-05
Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

2026-09-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

2026-09-05
0
Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

2026-09-05
0
Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

2026-09-05
0
Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

2026-09-05
0
IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

2026-09-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.