Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar surat utang negara.
Dana tersebut disiapkan untuk membeli kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder ketika investor melepas kepemilikannya. Strategi ini diharapkan dapat menjaga imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tetap stabil sekaligus mengurangi tekanan terhadap rupiah.
BACA JUGA:Rupiah Sempat Sentuh 17.400, Data Inflasi Indonesia jadi Sorotan
BACA JUGA:Tak Cuma Geopolitik, Rupiah Melemah Juga karena Musim Haji
“Di pemerintah, saya punya bond stabilization fund sendiri yang ada beberapa pihak. Kita juga bisa mencukupi dengan dana sendiri untuk sementara,” kata Purbaya dikutip Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, skema dana stabilisasi obligasi sebenarnya sudah dimiliki Kementerian Keuangan sejak lama. Namun, fasilitas tersebut selama ini tidak aktif karena belum pernah digunakan.
“Bukan hal yang baru, tapi nggak pernah dijalani. Artinya, ada, tapi mati. Saya mau hidupkan saja,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, langkah buyback SBN dilakukan agar investor asing yang memegang surat utang pemerintah tidak mengalami kerugian modal atau capital loss akibat kenaikan yield yang terlalu tinggi.
Meski memiliki tujuan serupa menjaga stabilitas pasar keuangan, dana stabilisasi obligasi versi Kementerian Keuangan disebut memiliki kerangka berbeda dibanding Bond Stabilization Framework (BSF) milik Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)