Jakarta – Iklim investasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur makin menarik bagi investor. Hal ini ditandai dengan capaian yang melampaui target, tercatat sebesar 123,23 persen pada 2025, yakni dari target awal yang dipatok senilai Rp2,5 triliun, berhasil terealisasi sebesar Rp3,08 triliun.
Tidak hanya itu, capaian ini juga mencerminkan adanya pertumbuhan signifikan sebesar 13,66 persen dibanding realisasi investasi tahun 2024, ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur, dikutip dari Antara, Jumat (8/5/2025).
BACA JUGA:Jaminan Ketenagakerjaan Jadi Pertimbangan Investor Tanam Modal, Ini Alasannya
BACA JUGA:Bukan Cuma Modal, Ini Tantangan yang Dihadapi UMKM
Realisasi investasi 2025 yang melampaui target ini, lanjut ia, juga menunjukkan bahwa Kota Bontang semakin dipercaya oleh investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dari total realisasi tersebut investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai sebesar Rp3,02 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp54,11 miliar.
Capaian investasi ini bersumber dari 323 proyek yang direalisasikan oleh 81 pelaku usaha besar, sehingga hal ini menunjukkan aktivitas investasi yang cukup dinamis serta adanya keberlanjutan proyek-proyek strategis di daerah.
Untuk PMA, terdapat dua sektor utama yang mendominasi realisasi investasi 2025, yaitu perumahan, kemudian kawasan industri dan perkantoran. Kedua sektor ini menjadi indikator bahwa Bontang tidak hanya berkembang sebagai kota industri, tetapi juga mulai menunjukkan daya tarik pada sektor jasa dan \’hospitality\’, ujarnya.
Sementara pada PMDN, struktur investasi didominasi oleh sektor industri pengolahan, khususnya Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi dengan andil mencapai 85,96 persen.



/2026/03/03/1538440414.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5636696/original/047366500_1778238654-1000312413.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5584801/original/041492200_1778137245-bulog-siap-bentuk-anak-perusahaan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528024/original/078351100_1773224753-1000258125.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510948/original/090050800_1771844837-1000243129.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5588994/original/044924300_1778144093-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-7_Mei_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2939674/original/064519600_1571122509-20191016-Menengok-Panen-Melimpah-Anggur-untuk-Wine-di-Italia-4.jpg)