Jakarta – Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan upaya penyelundupan 5 unit sepeda motor Harley-Davidson bekas dalam kondisi terurai (completely knocked down/CKD) dan 20 unit rangka (frame) bekas asal China yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang 2025–2026. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan impor ilegal di pintu masuk utama perdagangan Indonesia.
Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, mengatakan penindakan dilakukan terhadap beberapa kali pemasukan barang sejak akhir Desember 2025 hingga Juli 2026. Modus yang digunakan importir ialah misdeclaration, yakni memberitahukan barang sebagai suku cadang sepeda motor, padahal isi peti kemas merupakan Harley-Davidson bekas dan rangka bekas yang dilarang diimpor.
BACA JUGA:Kasus Impor Harley-Davidson Bekas dari China Belum Diseret ke Pidana, Ini Alasannya
BACA JUGA:Ini 3 Perusahaan Pengirim Harley Davidson Bekas Asal China
BACA JUGA:Impor Harley-Davidson Ilegal Terungkap, Kerugian Negara Dihitung
Kasus terungkap setelah petugas mendeteksi anomali visual melalui hasil pemindaian X-ray terhadap dua peti kemas asal China di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pelabuhan Tanjung Priok. Hasil analisis intelijen kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik yang menemukan lima unit Harley-Davidson bekas dalam kondisi terurai lengkap serta 20 unit rangka bekas.
“Penindakan ini merupakan beberapa rangkaian importasi sejak akhir Desember hingga Juli. Barang diberitahukan sebagai part sepeda motor, tetapi setelah diperiksa ternyata merupakan Harley-Davidson bekas dan frame bekas,” kata Adhang di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) PT Tri Pandu Pelita, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/8/2026).


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)