Jakarta – Masuknya ikan kayu dan ikan asap ke dalam Sistem Resi Gudang (SRG) dinilai akan memperkuat stabilitas harga sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan. Kebijakan tersebut resmi berlaku setelah kedua komoditas diakomodasi dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2026 atas usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian KKP, Erwin Dwiyana mengatakan, SRG memungkinkan pelaku usaha menyimpan produk ketika harga belum menguntungkan sekaligus menjadikan komoditas sebagai agunan untuk memperoleh modal kerja dari lembaga keuangan. Skema ini diharapkan meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha sektor perikanan.
BACA JUGA:Awak Kapal Perikanan Wajib Punya Sertifikat Kompetensi hingga BPJS Ketenagakerjaan
BACA JUGA:Syarat Nelayan Bisa Akses Harga Khusus Solar Nonsubsidi Rp 15.000 per Liter
“Masuknya ikan kayu dan ikan asap dalam Sistem Resi Gudang menjadi kabar baik bagi pelaku usaha. Produk tidak harus langsung dijual ketika harga kurang menguntungkan, tetapi dapat disimpan sekaligus dimanfaatkan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha,” ujar Erwin di Jakarta, dikutip Minggu (26/7/2026).
Erwin mengatakan pemanfaatan SRG akan mendukung berbagai program prioritas KKP, seperti Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan budi daya tematik, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program UMKM Naik Kelas.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan pelaku usaha mengelola stok, menjaga mutu produk, memperoleh modal kerja, dan menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan.
“Keberhasilan program prioritas tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi dan pembangunan sarana, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengelola stok, menjaga mutu produk, memperoleh modal kerja, dan menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan,” kata Erwin.



/2025/05/02/207630351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291991/original/029103300_1783581812-b3f7451b-ba0b-494b-87ee-832fc70be3e1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306780/original/061138500_1784897996-AP25080501331876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307324/original/059018200_1784985808-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_13.31.45__2_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4321119/original/016730100_1676131004-WhatsApp_Image_2023-02-11_at_8.13.16_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306958/original/054761000_1784945184-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__09_06_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947434/original/027332300_1571819804-Ilustrasi_Goldman_Sachs__AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323535/original/084422800_1755774380-Gemini_Generated_Image_p11luwp11luwp11l.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)