Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia masih aman hingga akhir 2026 meski ketidakpastian global dan gejolak harga minyak masih berlangsung.
Airlangga mengatakan kondisi geopolitik, termasuk perang di Ukraina dan Timur Tengah serta ketegangan di Selat Hormuz, masih menjadi risiko bagi perekonomian global. Namun, harga minyak yang masih berada di bawah US$ 100 per barel membuat kondisi energi Indonesia relatif terkendali.
BACA JUGA:Airlangga Ungkap Calon Gubernur PFII dari Internal Pemerintah
BACA JUGA:Sebut Maman Abdurrahman Inspektur Vijay, Airlangga Minta UMKM Belajar dari India
BACA JUGA:Airlangga Dorong Generasi Naruto Kelola UMKM Pakai AI
Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di atas 91 itu relatif sampai akhir tahun, setidaknya Pertalite dan biodiesel aman,” kata Airlangga saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Airlangga, Indonesia juga memiliki sejumlah faktor yang dapat meredam dampak gejolak energi global. Lantaran, kebutuhan listrik nasional sebagian besar ditopang energi domestik, terutama batu bara.
Kalau masalah listrik, kita kebanyakan dibiayai oleh indigenous energy yaitu batu bara, sehingga juga tidak ada lonjakan harga dari batu bara,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, kebutuhan gasoline untuk sektor hilir Indonesia juga relatif terlindungi dari risiko gangguan di Selat Hormuz karena pasokannya berasal dari Singapura dan melalui Selat Malaka.
“Dari gasoline itu yang di hilir kita juga ambilnya dari Singapura. Jadi tidak lewat Selat Hormuz, dia lewatnya Selat Malaka,” kata Airlangga.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai Indonesia masih mampu memitigasi dampak gejolak global. Airlangga menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026 dengan inflasi yang tetap terkendali sebesar 2,88%.
Relatif dibandingkan berbagai negara ASEAN ataupun G20, Indonesia masih top 3 atau top 2, ujar dia.


/2025/11/14/360945270.jpg)
/2025/02/11/767625643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321435/original/079753500_1786441445-1000404645.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4112101/original/023729000_1659532008-20220802_111724.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762233/original/084887400_1709618123-fotor-ai-2024030510810.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)