Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tantangan industri jasa keuangan saat ini semakin rumit, seiring masifnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Perkembangan tersebut membuka celah baru bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan atau scam yang kian canggih.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan fenomena kejahatan berbasis teknologi tidak lagi bersifat lokal, melainkan lintas negara. Organisasi pelaku scam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyamarkan identitas dan menipu masyarakat, khususnya di sektor keuangan.
BACA JUGA:OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance, Ini Alasan dan Dampaknya
BACA JUGA:Minat Investor Transaksi Kripto di Domestik Masih Kurang, Ini Respons Tokocrypto
BACA JUGA:Semakin Kompleks, Begini Pola Pelarian Dana Scam
Mahendra mencontohkan dua perkembangan positif dalam penanganan kejahatan scam, yakni pemulangan sekitar 150 warga negara Indonesia dari Kamboja yang terlibat aktivitas penipuan daring, serta penangkapan sejumlah warga negara asing pelaku scam oleh pihak imigrasi di Tangerang.Â
Kita pahami bahwa persoalan scam atau penipuan di sektor keuangan saat ini semakin mengkhawatirkan dan telah menjadi tantangan global, kata Mahendra saat rapat kerja dengan Komisi XI di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Kedua peristiwa itu mencerminkan keseriusan aparat dalam merespons kejahatan lintas batas. Namun demikian, ia menegaskan bahwa ancaman penipuan justru semakin kompleks karena pelaku memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan, termasuk deepfake, pemalsuan suara, video, hingga manipulasi identitas. Modus impersonasi tersebut membuat korban semakin sulit membedakan transaksi yang sah dan yang bersifat penipuan.
Apalagi juga semakin menggunakan kecederaan buatan termasuk deep fake (pemalsuan wajah) dan pemalsuan audio, video, dan berbagai gambar serta bukti dari impersonasi pihak-pihak yang digunakan untuk modus penipuan, ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
/2025/10/17/1921234742.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833716/original/032535900_1561082261-uniero.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417384/original/001790400_1763531633-Chief_Investment_Officer__CIO__Danantara_Pandu_Sjahrir-19_nov_2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4599370/original/000850200_1696478772-611bf427-1663-4644-9eec-741b0d9fa412.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4517931/original/084292300_1690545179-QRIS-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244922/original/072045700_1749267953-Foto_Ilustrasi_DBS__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452615/original/086379400_1766411046-Kepala_Departemen_Kebijakan_Makroprudensial_BI__Solikin_M._Juhro.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4286137/original/052645000_1673269901-Jakarta_berada_di_peringkat_ke-89_terbaik_di_dunia_2023-HERMAN_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)