Jakarta – China memakai undang-undang (UU) yang meminta perusahaan-perusahaan tidak mematuhi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap lima kilang minyak. Selain itu, China juga meningkatkan penolakan terhadap daftar hitam AS terhadap kilang minyak karena pembelian minyak mentah Iran.
Mengutip taipeitimes.com, ditulis Rabu (7/5/2026), Kementerian Perdagangan China memerintahkan perusahaan-perusahaan untuk tidak mematuhi sanksi terhadap lima kilang minyak termasuk Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co. Kementerian Perdagangan China mengutip undang-undang yang memungkinkan China untuk membalas terhadap entitas yang menerapkan sanksi yang dianggap melanggar hukum.
BACA JUGA:Menlu Iran Kunjungi China Jelang Kedatangan Trump
BACA JUGA:2 Teknik Aplikasikan Blusher yang Viral, Mau Coba?
BACA JUGA:Persaingan Makin Ganas, Bos XPeng Sebut Hanya 5 Produsen Mobil China yang Akan Dominasi
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Pemerintah Siapkan Currency Swap dengan China hingga Jepang
AS dan negara Barat lainnya telah memberikan sanksi kepada sejumlah perusahaan China karena memperdagangkan minyak Iran atau Rusia, yang berulang kali menuai kritik dari China.
Hengli Petrochemical membantah tuduhan AS berdagang dengan Iran. Kilang minyak independen di China adalah pembeli utama ekspor minyak Iran.
Langkah ini dilakukan kurang dari dua minggu sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Beijing, menyoroti kesediaan Tiongkok untuk menggunakan instrumen tekanan ekonominya meskipun ada gencatan senjata perdagangan dengan Washington.
Berdasarkan undang-undang yang diperkenalkan pada 2021 dan direvisi bulan lalu, China dapat memberlakukan tindakan balasan terhadap perusahaan dan individu, termasuk pembatasan perdagangan dan investasi serta pembatasan masuk dan keluar.
Analis hukum mengatakan undang-undang tersebut membuat pihak lawan dari perusahaan yang dikenai sanksi terjebak di antara yurisdiksi, berisiko melanggar hukum China jika mereka mematuhi sanksi asing, atau hukuman di tempat lain jika mereka tidak mematuhinya.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500485/original/038436600_1770867612-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)