Jakarta – Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dinilai belum mampu meyakinkan pelaku pasar. Alih-alih menguat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru kembali melemah setelah sempat merespons positif kebijakan tersebut.
Rupiah pun juga terus mengalami pelemahan bahkan pada saat tadi Bank Indonesia ya menaikkan suku bunga 25 basis poin, kata Ibrahim kepada Media, Kamis (18/6/2026).
BACA JUGA:BI Rate Naik Lagi Mampu Tarik Dana Asing?
BACA JUGA:Mirae Asset Prediksi Bank Indonesia Bakal Naikkan Suku Bunga Lagi
BACA JUGA:BI Rate Naik Jadi 5,75%, Ini Untung Ruginya buat Kantong Anda
BACA JUGA:Bank Indonesia: Kepemilikan Asing di SRBI Bantu Penguatan Rupiah
Ia menilai, pergerakan rupiah setelah pengumuman BI menunjukkan, pasar tidak sepenuhnya menerima alasan di balik kenaikan suku bunga yang diklaim untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurut dia, respons pasar tersebut menjadi sinyal, faktor eksternal masih lebih dominan memengaruhi pergerakan rupiah dibanding kebijakan moneter domestik.
Artinya apa? Bahwa pasar menolak ya Bank Indonesia menaikkan suku bunga walaupun Gubernur Bank Indonesia sudah mengatakan bahwa tujuan menaikkan suku bunga adalah untuk stabilitas mata uang rupiah. Tetapi menurut saya bukan stabilitas mata uang rupiah, ujarnya.
Ia pun mencatat pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 32 poin, sebelumnya sempat melemah 60 poin di level 17.794 dari penutupan sebelumnya di level 17.764.
Rupiah Hanya Menguat Sesaat
Adapun pada RDG Mingguan pada pekan lalu, Senin, 9 Juni 2026, BI kembali mengejutkan pasar dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 75 basis poin.
Ibrahim menjelaskan, sesaat setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga, rupiah sempat menunjukkan penguatan tipis. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena tekanan jual kembali muncul di pasar.
Menurut dia, pergerakan tersebut mencerminkan bahwa pelaku pasar belum melihat kenaikan suku bunga sebagai solusi efektif untuk menopang nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Saya pun juga enggak habis pikir Bank Indonesia ya dalam pertemuan hari ini menaikkan suku bunga, pungkasnya.



/2022/07/27/157714445.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617284/original/010929700_1635503741-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4914548/original/067310600_1723299338-WhatsApp_Image_2024-08-08_at_16.33.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4903975/original/083900200_1722234391-Jokowi_IKN_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568453/original/057218600_1694165700-2New.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)