Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sebagai “menteri paling sial di dunia” karena harus menghadapi serangkaian guncangan ekonomi dan geopolitik sejak awal menjabat. Ia menyampaikan hal itu saat bertemu IMF dan World Bank.
Meski demikian, ia menegaskan ekonomi Indonesia tetap tangguh dengan pertumbuhan di atas 5%, sementara stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
BACA JUGA:Purbaya Rayu Toyota Relokasi Pabrik ke Indonesia, Siapkan Insentif Khusus
BACA JUGA:Bocoran Purbaya: Prabowo Siapkan Stimulus Besar-besaran Kendaraan Listrik
Purbaya mengatakan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menghadapi empat tekanan besar secara bersamaan, mulai dari pengetatan likuiditas, penilaian MSCI yang memicu reaksi pasar, revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ujian berat bagi perekonomian nasional.
When I went to IMF dan World Bank meeting, last April. I told them that I’m the most unlucky minister in the world, kata Purbaya dalam ajang GIIAS, di ICE BSD, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, sejak dilantik dirinya langsung menghadapi demonstrasi besar. Setelah situasi mereda, pemerintah kembali dihadapkan pada sentimen pasar akibat penilaian MSCI, disusul revisi outlook negatif dari Fitch dan Moody’s, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Iran.
Meski diterpa berbagai tekanan, Purbaya menilai kebijakan fiskal pemerintah mampu menjaga daya tahan ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5% menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi nasional masih kuat.
Dengan kondisi ekonomi dan politik yang sangat tidak tentu, kami masih berhasil tumbuh lebih dari 5%. Ini adalah pencapaian menurut saya,” ujarnya.
Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi akan semakin menguat pada semester II-2026. Pemerintah, kata dia, akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong permintaan domestik sehingga laju pertumbuhan mendekati 6%.



/2025/03/07/402152646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305868/original/084134900_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5048154/original/096981400_1734015787-IMG-20241212-WA0031.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3852275/original/024292600_1640770447-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575408/original/056316600_1778047630-bgr3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314735/original/061642000_1785772805-ks1.jpg)