Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat belanja pemerintah telah mencapai Rp 815 triliun pada periode Januari-Maret 2026. Jumlah belanja pemerinrah itu meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro menjelaskan, angka belanja pemerintah tersebut naik 31,4% secara tahunan atau periode Januari-Maret 2025 lalu.
BACA JUGA:Peran Penting Dana Desa, Berantas Kemiskinan hingga Pemerataan Infrastruktur
BACA JUGA:Pemerintah Kantongi Rp 462,7 Triliun dari Pajak dan Bea Cukai hingga Maret 2026
BACA JUGA:Anak Buah Purbaya Bocorkan Rahasia Ekonomi Indonesia Sanggup Bertahan di Tengah Gejolak Global
BACA JUGA:Pendapatan Negara Tembus Rp 574,9 Triliun di Kuartal I 2026
Realisasi Belanja Negara tercapai Rp 815,0 triliun atau 21,2% APBN, tumbuh 31,4% (yoy) jauh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, ucap Deni dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp 610,3 triliun atau 19,4% APBN. Menurut Deni, hal ini mencerminkan percepatan pelaksanaan program kerja prioritas nasional, belanja Kementerian/Lembaga, perlindungan sosial, serta berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat.
Akselerasi ini menunjukkan APBN bergerak cepat sejak awal tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, katanya.
Sementara itu Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp 204,8 triliun atau 29,5% APBN. Deni mengatakan, pemerintah terus memastikan sinergi pusat dan daerah agar pelayanan publik, pembangunan infrastruktur daerah, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal berjalan optimal.



/2025/11/16/286820506p.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/804912/original/080833100_1422933463-Ilustrasi-Pajak-150203-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3108428/original/037610200_1587472665-20200421-Kali-Besar-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4942186/original/049412400_1726051385-IMG_0417.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3645574/original/045170800_1637942332-IMG_20201117_174756.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149801/original/005983200_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571482/original/004128600_1777626376-1000034174.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571134/original/039908800_1777605179-Screenshot_2026-05-01_094542.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571100/original/018674900_1777603386-1000305874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4540522/original/009415000_1692185205-Polusi-Udara-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4366852/original/024313500_1679394801-20230321-Pelaporan-SPT-Karyawan-dan-Staf-Kesekjenan-DPR-Tallo-x.jpg)