Jakarta – ATM Bitcoin (BTC), atau sering disebut kios kripto, menawarkan kemudahan transaksi aset digital seperti Bitcoin menggunakan uang tunai atau kartu debit/kredit. Mesin ini sekilas mirip dengan anjungan tunai mandiri (ATM) perbankan pada umumnya, tetapi memiliki fungsi yang berbeda karena terhubung langsung ke layanan pertukaran mata uang kripto atau bursa kripto online.
Kios fisik ini memungkinkan pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin. Berbeda dengan ATM tradisional yang terhubung ke rekening bank, ATM Bitcoin bekerja dengan menghubungkan pelanggan ke layanan transaksi pertukaran mata uang kripto secara langsung.
BACA JUGA:Warga AS Rugi Rp 5,9 Triliun akibat Penipuan ATM Kripto
BACA JUGA:Harga Kripto 16 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Melesat
BACA JUGA:Investor Bitcoin Waspadai Potensi Guncangan Pasar Kripto
Terdapat dua jenis ATM Bitcoin: satu arah yang hanya dapat melakukan pembelian atau penjualan saja, serta dua arah yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual Bitcoin secara langsung dengan uang tunai. Seiring waktu, operasional mesin ini semakin diawasi ketat oleh regulator di berbagai negara, terutama terkait potensi pencucian uang dan biaya transaksi yang tinggi.
Proses Transaksi dengan Verifikasi Identitas Ketat
Cara kerja ATM Bitcoin cukup sederhana, meskipun teknologi di baliknya canggih. Mesin ini terhubung ke internet dan bursa kripto online. Pengguna memulai transaksi dengan memasukkan uang tunai atau menggunakan kartu kredit/debit ke dalam mesin.
Untuk memastikan kepatuhan regulasi, proses verifikasi identitas kini menjadi sangat ketat. Pengguna diwajibkan memindai kartu identitas resmi seperti KTP, SIM, atau Paspor, memasukkan nomor telepon untuk verifikasi One-Time Password (OTP), dan bahkan mengambil foto selfie langsung dari kamera mesin sebelum transaksi disetujui.
Setelah verifikasi berhasil, pengguna dapat memilih opsi untuk membeli atau menjual Bitcoin. Untuk pembelian, pengguna memindai kode QR dari alamat dompet Bitcoin mereka di layar ATM, dan mesin akan mengirimkan koin digital ke dompet tersebut berdasarkan nilai tukar pasar saat itu.





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)