Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia menceritakan dulunya Kementerian Investasi hanya tempat tempel saja dan tidak memiliki kewenangan. Hal tersebut diungkap Bahlil dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya dirinya, Jumat,7 Agustus 2026.
Dulu Kementerian Investasi hanya dijadikan sebagai front office, hanya tempat tempel. Seperti harimau, tapi tidak punya gigi. Ini jujur, ujar Bahlil, ditulis Sabtu, (8/8/2026).
BACA JUGA:Bahlil Sebut 10 Bukunya Bisa jadi Sumber Inspirasi Anak Muda
BACA JUGA:Pukulan Rotan Sang Ayah, Pecut Bahlil Hasilkan 10 Buku
Dia mengatakan, kala itu saat menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)nya hanya Rp 800 miliar. Namun, Bahlil mengaku tak kehilangan akal meski dirinya tidak dibesarkan di dunia akademik yang baik.
Uangnya waktu itu APBNnya tidak lebih dari Rp 800 miliar. Investor datang ke sini, kita tidak punya kewenangan waktu itu. Maka karena memang kita tidak dibesarkan di dunia akademis secara baik, saya dibesarkan di jalanan, saya tidak kehilangan akal, saya menyelesaikan investasi ada Rp 708 triliun, kata dia.
Menurut Bahlil, saat itu target investasi terus naik setiap tahunnya. Dia pun mengaku saat meninggalkan jabatan sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, berhasil mendapatkan investasi hingga Rp 1.700 triliun.
Waktu itu target investasi setiap tahun naik. Pada tahun 2020 investasi kita Rp 780 triliun. Dan saya meninggalkan Kementerian Investasi, investasi mencapai Rp 1.700 triliun, kata Bahlil.
Cerita Saat Kepala BKPM Jadi Kementerian Bahlil lalu menceritakan awal mula bagaimana Kepala BKPM bertambah juga menjadi Kementerian Investasi.
Ada cerita menarik, saya menceritakan kenapa BKPM menjadi Kementerian Investasi. Jadi waktu itu saya disuruh untuk negosiasi dengan China, Jepang, dan Korea tentang ekosistem baterai mobil dan beberapa investasi, US$ 8,6 miliar waktu itu, cerita dia.


/2023/12/14/453593213.jpg)
/2021/10/08/1763161751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535753/original/041282100_1774109570-Presiden_Direktur_PT_Freeport_Indonesia__Tony_Wenas_saat_ditemui__Kamis__21_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575411/original/070548600_1778047631-bgr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316341/original/040280100_1785922180-IMG_6271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765591/original/062827800_1709820866-000_32CM849.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)