Jakarta – CEO Nvidia, Jensen Huang akhirnya ikut mendampingi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke China pekan ini. Awalnya, nama miliarder ini tidak ada di daftar yang diajak Trump menemui Xi Jinping.
Hal itu disampaikan Perseroan kepada CNBC, dikutip Rabu (13/5/2026). Konfirmasi ini muncul setelah ada indiksi Jensen Huang tidak diundang.
BACA JUGA:Trump Tiba di China
BACA JUGA:Trump Siapkan Operasi Sledgehammer Jika Perang Iran Berlanjut
BACA JUGA:Masih Disanksi, Bisakah Menlu AS Marco Rubio Masuk China?
BACA JUGA:Pertemuan Trump-Xi Jinping Dibayangi Iran dan Taiwan
Setelah melihat liputan media tentang ketidakhadiran Jensen Huang dalam delegasi, Trump menghubungi eksekutif Nvidia itu dan memintanya untuk bergabung. Demikian menurut sumber yang mengetahui situasi itu kepada CNBC.
Sumber itu menyebutkan, Huang terbang ke Alaska untuk menaiki Air Force One. Trump membawa lebih dari selusin eksekutif Amerika Serikat ke China pekan ini. Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis dan Jumat pekan ini.
“Jensen menghadiri pertemuan puncak atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan,” ujar juru bicara perusahaan raksasa chip itu dalam sebuah pernyataan.
Nvidia merujuk pada komentar yang sama ketika ditanya tentang Jensen Huang yang bergabung di tengah perjalanan di Alaska tetapi tidak memberikan alasan.
Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar.
Adapun chip Nvidia yang paling canggih, yang banyak digunakan untuk melatih model AI, telah menghadapi pembatasan AS yang lebih ketat terhadap penjualan di China selama empat tahun terakhir. Perusahaan itu menuturkan pada Februari kalau versi chip yang disetujui pemerintah AS belum diizinkan masuk ke China.
“Saya masih percaya kita masih jauh dari kesepakatan tentang kontrol ekspor. Ini positif dia ada di sana dan dia adalah bagian dari delegasi presiden, dan itu penting baginya dan penting bagi presiden,” ujar mantan Menteri Perdagangan AS Carlon Gutierrez.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)