Jakarta – Departemen Keuangan AS (Treasury) menjatuhkan sanksi terhadap Bank Mesir cabang Uni Emirat Arab (UEA) atas hubungan finansialnya dengan Iran, Jumat, 28 Agustus 2026.
Departemen Keuangan AS berniat mencabut akses Banque Misr UEA ke lembaga keuangan AS,demikian dilansir dari CNBC, Sabtu (29/8/2026).
BACA JUGA:Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Trump, Sebut Propaganda Netanyahu
BACA JUGA:Bos The Fed Buka Peluang Suku Bunga Naik
Banque Misr UEA memproses sekitar US$ 1,8 miliar atau Rp 31,96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.760) selama dua tahun terakhir untuk kurang lebih 100 perusahaan yang berpotensi menjadi bagian dari jaringan perbankan bayangan (shadow banking) Iran, menurut Departemen Keuangan AS.
Tindakan ini menyusul empat hari setelah Menteri Keuangan Scott Bessent meluncurkan Operation Economic Outcast, sebuah kampanye sanksi untuk memutus seluruh hubungan ekonomi Iran di dunia.
Sebelumnya, Senin lalu, Bessent sudah mengatakan, pihaknya akan mengumumkan kabar besar mengenai sebuah lembaga keuangan yang akan dijatuhi sanksi akhir pekan ini.
Presiden AS Donald Trump mendeskripsikan kampanye sanksi terhadap Iran ini setara Economic D-Day—invasi besar-besaran sekutu Barat ke wilayah pendudukan Nazi di Eropa selama Perang Dunia II. Namun, tindakan Treasury terhadap Republik Islam Iran sejauh ini masih tergolong moderat dalam cakupannya.
Pada Jumat, Treasury juga memasukkan General Manager Bank Melli Iran cabang Dubai, Reza Mohammad Taeedi, warga negara Iran, ke dalam daftar hitam. Selain itu, Treasury juga menyanksi entitas Hong Kong, Kameng Trading Ltd., atas dugaan bertindak sebagai perusahaan boneka (front company) yang mencuci uang untuk rumah penukaran (exchange house) Iran.

/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
/2026/01/30/108812249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324108/original/063972700_1786690304-Screenshot_2026-08-14_131827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009692/original/065736200_1779781689-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)