Jakarta – Istilah desil jadi perbincangan hangat di masyarakat. Pemicunya adalah sejumlah buruh dengan gaji setara upah minimum mengaku kaget saat mendapati status ekonomi mereka justru tercatat masuk kelompok desil atas dalam data pemerintah.
Polemik ini juga disorot oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Organisasi buruh itu menilai metode penghitungan desil perlu dirombak karena tidak mencerminkan kondisi riil penghasilan pekerja.
BACA JUGA:Serikat Pekerja Desak Pesangon Kembali Minimal 1 Kali Gaji
BACA JUGA:Bos Serikat Pekerja Ungkap 4 Faktor Penyebab Marak PHK
BACA JUGA:Bos Serikat Pekerja Soal Gaji Upah Minimum Masuk Desil 6-10: Ngawur
BACA JUGA:Bos Serikat Pekerja Bidik RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Kelar Oktober 2026
Lantas, sebenarnya apa itu desil dan bagaimana pembagian desil 1 sampai 10 bekerja? Berikut penjelasannya, dikutip www.wmhg.org dari berbagai sumber, Sabtu (29/8/2026)
Apa itu Desil?
Kata desil diambil dari bahasa Latin. decem, yang berarti sepuluh. Dalam ilmu statistik, desil adalah metode pembagian sekelompok data, dalam konteks ini populasi penduduk, menjadi 10 bagian dengan jumlah yang sama besar. Setiap bagian mewakili 10% dari total populasi.
Cara kerjanya, seluruh rumah tangga di suatu wilayah diurutkan mulai dari kondisi ekonomi paling rendah hingga paling tinggi, lalu dibagi rata menjadi 10 kelompok. Desil 1 mewakili 10% rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling bawah, sedangkan Desil 10 mewakili 10% rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling mapan.
Di Indonesia, sistem pengelompokan ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini memuat informasi sosial-ekonomi seluruh penduduk dan dipakai pemerintah sebagai acuan untuk menyalurkan bantuan sosial secara lebih terukur.

/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
/2026/01/30/108812249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335623/original/043281200_1788007195-499f48b3-51bd-4424-94ad-3f6c7db0e41d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009692/original/065736200_1779781689-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)