Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, komposisi angkatan kerja Indonesia per Februari 2026 terdiri dari 147,67 juta orang penduduk bekerja, dan 7,24 juta orang pengangguran. Namun dari sekitar 140,43 juta orang penduduk bekerja yang punya status pekerjaan, sekitar 7 persen daripadanya merupakan setengah pengangguran.Â
Mengutip Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, Kamis (7/5/2026), jumlah penduduk bekerja bertambah sebanyak 1,896 juta orang, sementara jumlah pengangguran berkurang sekitar 35 ribu orang.
BACA JUGA:Hoaks Catut Nama BPS Beredar di Media Sosial, dari Petugas Sensus hingga Gaji Warga Indonesia
BACA JUGA:Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Petugas Sensus Ekonomi 2026 dari BPS
BACA JUGA:Pengangguran Terbanyak Masih Didominasi Lulusan SMA dan SMK
Adapun secara definisi, bekerja merupakan kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Paling sedikit selama 1 jam dalam sepekan terakhir.Â
Menurut jam kerja, penduduk bekerja dapat diklasifikasikan menjadi pekerja penuh dan pekerja tidak penuh. Pekerja penuh mencakup penduduk bekerja dengan jam kerja minimal 35 jam per pekan, termasuk mereka yang sementara tidak bekerja.Â
Sementara pekerja tidak penuh adalah penduduk bekerja dengan jam kerja kurang dari 35 jam per pekan, yang terdiri dari setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu.
Setengah pengangguran merupakan penduduk bekerja dengan jam kerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per pekan) dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.Â
Tingkat setengah pengangguran pada Februari 2026 sebesar 7,27 persen. Hal ini berarti dari 100 penduduk bekerja terdapat sekitar tujuh orang yang termasuk setengah penganggur, tulis BPS.Â
Dibandingkan Februari 2025, tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 0,74 persen poin. Sementara jika dibandingkan Februari 2024, tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 1,26 persen poin.
Pada Februari 2026, tingkat setengah pengangguran laki-laki sebesar 7,60 persen, sedangkan tingkat setengah pengangguran perempuan sebesar 6,76 persen. Dibandingkan Februari 2025, tingkat setengah pengangguran laki-laki dan perempuan turun masing-masing sebesar 0,76 persen poin dan 0,71 persen poin.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5588994/original/044924300_1778144093-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-7_Mei_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)