Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan total 30 proyek hilirisasi nasional. Seluruhnya disebut mampu menyerap 600.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan 30 proyek itu akan digarap dalam beberapa tahap. Proyek hilirisasi nasional tahap I sudah dimulai sejak Februari 2026 dan tahap II dimulai akhir April 2026.
Jadi kalau kita jumlahkan akan ada total 30 Proyek Hilirisasi Nasional yang kita lihat akan terus berkembang berjalan. Jadi ini fase dua, insyaallah fase tiga segera kami lakukan, ungkap Rosan dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/4/2026).
BACA JUGA:Piala Thomas 2026: Indonesia Gagal, Ini Penjelasan PBSI
BACA JUGA:Prabowo Soal Proyek Hilirisasi: Kita Harus Jadi Raksasa yang Dihormati Bangsa Lain
BACA JUGA:Perjuangan Timnas Indonesia Dibuatkan Film Dokumenter
BACA JUGA:Prabowo: Indonesia Tak Mau jadi Sawah dan Ladang Negara Lain
Dia mengungkapkan, 30 proyek tersebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 600.000 orang. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan digarapnya proyek hilirisasi nasional di Tanah Air.
Jadi kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang Bapak Presiden, ucapnya.
Rosan mengatakan, Proyek Hilirisasi Nasional akan masuk ke fase-fase berikutnya. Proses persiapan juga terus dilakukannya bersama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Nanti masuk kepada fase empat dan fase berikutnya dan kami berkoordinasi selalu dengan Pak Bahlil sebagai Menteri ESDM dan juga Kepala Satgas dalam rangka kita melihat proyek-proyek Hilirisasi ini yang memang segera kita laksanakan dalam rangka penciptaan nilai tambah, penciptaan industri dan tentunya adalah yang paling penting juga penciptaan lapangan pekerjaan, beber dia.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569774/original/012129800_1777454145-Prabowo_Hilirisasi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566434/original/071535000_1777184776-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_13.13.52.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)