Jakarta – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding memastikan, sebanyak 19 eksportir walet masih menjalani sanksi penghentian sementara (suspend) ekspor ke China.
Sanksi penghentian sementara izin ekspor dilakukan karena perusahaan tersebut melakukan pelanggaran dan kecurangan meski sudah diberi peringatan berulang kali.
BACA JUGA:China-RI Capai Konsensus Baru di Dialog Strategis Komprehensif Perdana
BACA JUGA:China Tolak Ajakan AS Tekan Iran lewat Sanksi
Sebenarnya bukan penghentian ya, ekspor sarang walet ini masih berjalan. Jadi dari 57 perusahaan yang ada di Indonesia, yang di-suspend ada 19,ungkap dia saat dalam pelepasan ekspor bertajuk \’Merdeka Ekspor Karantina Banten\’, di Kantor Barantin Banten, di kawasan Perkantoran Bandara Soekarno Hatta, Jumat (21/8/2026).
Kecurangan yang dilakukan antara lain terkait kandungan aluminium yang mencapai 1.000, padahal hal tersebut dilarang dalam kegiatan ekspor. Temuan tersebut juga terdeteksi otoritas pengawas ekspor-impor China.
Itu berarti pasti menggunakan zat-zat tertentu untuk pemutih. Pasti ada treatment treatment supaya ini kelihatan bagus. Jadi putih, jadi jernih. Ini kan istilah walet ini emas putih ya. Nah, mereka ingin diampelas putih, bersih, dan sebagainya. Standar-standar seperti itu enggak diperbolehkan, tegas Karding.
Dalam kesempatan tersebut, Balai Karantina Banten juga menggelar pelepasan ekspor beberapa komoditas senilai Rp 40,8 miliar ke berbagai negara tujuan, salah satunya pasar Asia Timur.
Komoditas diekspor antara lain burung walet, buah manggis, dan kepiting yang seluruhnya berasal dari Provinsi Banten.

/2018/08/30/1084774944.jpg)
/2026/02/19/212601297.jpg)
/2026/04/30/1484041531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029588/original/085557500_1732948673-ciri-energi-terbarukan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330866/original/018554800_1787456051-e035b7cc-5f88-4c40-95bb-2878cc7c28ea.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331058/original/030451000_1787475088-e6d4baaa-fc79-4ec1-bba8-a8e8e8f13c20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330778/original/088179500_1787445359-_Ki-ka__Moderator__Calvin_Kizana__CEO_Tokocryto__SB_Seker__Head_of_APAC_Binance__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005139/original/074512300_1731568906-1713324006144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762654/original/090092900_1709631325-fotor-ai-20240305163231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)