Jakarta – PT Enkripsi Teknologi Handal melalui Bybit Indonesia, platform exchange kripto yang juga bagian dari Bybit global memaparkan rencana dan strategi untuk terjun ke pasar Indonesia. Bybit Indonesia menggabungkan aspek teknologi, kekuatan likuiditas, dan berbagai best practice global dengan pemahaman platform NOBI terhadap pasar domestik, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Fokus kami adalah memperdalam pemahaman trading di Bybit Indonesia dengan menghadirkan fitur baru secara bertahap, serta memperkuat kemitraan dengan perbankan nasional, komunitas kripto, dan kampus-kampus mitra sebagai bagian dari ekosistem yang kami bangun, tutur Chief Executive Officer Bybit Indonesia, Lawrence Samantha, Selasa, (11/8/2026).
BACA JUGA:Strategy Kembali Jual Bitcoin dan Saham demi Menambah Kas
BACA JUGA:Trump Media Catat Kerugian Besar, Aset Kripto Jadi Penyebab Utama
Semua ini kami lakukan agar pengguna, dari yang baru mengenal kripto hingga trader berpengalaman, punya ruang untuk bertumbuh bersama platform ini, ia menambahkan.
Strategi Indonesia vs Global
Strategi untuk menjangkau pasar di indonesia tidak terlalu berbeda dengan Bybit global, di mana ada perpaduan antara edukasi, keamanan, dan produk. Perbedaan di antara keduanya terletak pada branding.
Yang berbeda adalah mereka mendorong Bybit sebagai sebuah brand, kita lebih mendorongnya itu ke rasa percaya,” ujar Chief Marketing Officer Bybit Indonesia, Steven Gotama.
Secara operasional, strategi konkret yang dibangun khusus untuk pasar Indonesia oleh Bybit salah satunya adalah penerapan Bahasa Indonesia. “Baik itu dari platform, maupun dari CS, itu kita ngomong semua bahasa Indonesia,” tutur Chief Operating Officer Bybit Indonesia, Dionisius Evan.
Selain itu, deposit channel ke bank juga menjadi salah satu strategi penting yang diimplementasikan oleh Bybit demi menghidupkan pasar kripto di Indonesia. Itu yang kita bangun khusus buat Indonesia, karena itu yang tidak ada di global, dan itu yang kita fokuskan,” Dionisius menambahkan.


/2025/11/14/360945270.jpg)
/2025/02/11/767625643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320078/original/017683700_1786334345-IMG_6362.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320205/original/037317100_1786340585-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403242.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320087/original/035975200_1786335049-1000402750.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762233/original/084887400_1709618123-fotor-ai-2024030510810.jpg)