Jakarta – Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Galaxy Digital Inc, Michael Novogratz memprediksi harga bitcoin (BTC) kembali di atas USD 100.000 atau Rp 1,73 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.330) akan sulit di situasi makroekonomi saat ini.
Ia menuturkan, harga bitcoin agar kembali level USD 100.000 yang terakhir terlihat pada awal November 2025 membutuhkan sejumlah hal. Sebagian besar itu berupa kelonggaran kebijakan bank sentral.
BACA JUGA:Cerita CEO Dana White Tetap Duduk Santai Nonton Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih
BACA JUGA:Perjalanan Karier John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook
BACA JUGA:Gerak Saham Apple Usai Pengumuman CEO Tim Cook Mengundurkan Diri
“Mengingat perang di Iran, kita akan melihat inflasi yang cukup buruk. Jadi saya rasa the Federal Reserve (the Fed) tidak akan melakukan apapun selain duduk dan mengamati,” ujar dia dikutip dari Yahoo Finance.
Berdasarkan data coinmarketcap.com, harga bitcoin naik 0,31% dalam 24 jam terakhir pada Rabu, 29 April 2026. Harga bitcoin turun 0,57% selama sepekan terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 77.007 atau Rp 1,33 miliar.
Bitcoin menyumbang sekitar 60% dari nilai pasar sektor ini yang mencapai rekor USD 126.000 pada awal Oktober, tepat sebelum harga aset digital anjlok.
Adapun komentar miliarder Novogratz ini muncul setelah perseroan mencatat kerugian kaurtal pertama yang lebih kecil dari perkiraan. Galaxy Inc menyebutkan pergeseran ke arah pusat data dalam bauran bisnis karena pendapatan biaya berulang dan pendapatan transaksi terus meningkat. Pendapatan tinggi dari perkiraan analis.
Perseroan mencatat kerugian besar USD 216 juta atau Rp 3,74 triliun atau 49 sen per saham. Hal ini terutama didorong depresiasi harga aset digital pada kuartal tersebut.
Di sisi lain, pendapatan turun 22% menjadi USD 10 miliar dibandingkan perkiraan konsensus USD 8,8 miliar dari analis yang disurvei oleh Bloomberg.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2519378/original/021112300_1544421022-dorsey.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566434/original/071535000_1777184776-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_13.13.52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)