Jakarta – Mantan Agen FBI, Stephanie Talamantez menuturkan, peretas yang didukung Korea Utara memiliki kemampuan yang agresif dan tanpa henti dalam menemukan dan mengeksploitasi kerentanan. Hal ini membuat peretas Korea Utara dinilai lebih berbahaya dari pada kelompok lain. Bahkan, peretas Korea Utara menimbulkan ancaman eksistensial bagi ekosistem kripto.
Hal ini setelah mencuri aset senlai US$ 2 miliar atau Rp 35,95 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.980) hanya pada 2025. Situasi memburuk pada 2026. Jumlah insiden peretasan kripto tertinggi yang pernah tercatat pada April.
BACA JUGA:Makin Gila, Kim Jong Un Genjot Produksi Senjata Nuklir Korut
BACA JUGA:Menlu Singapura Lakukan Lawatan Langka ke Korea Utara, Ini yang Dibahas
BACA JUGA:Kim Jong Un Pantau Uji Rudal Jelajah, Seoul Masuk Jangkauan Serangan
Pemerintah AS mengklaim, hasil ilegal dari pencurian tersebut digunakan untuk mendanai program senjata dan rudal Korea Utara.
Stephanie Talamantez yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Senior di Guidepost Solutions, mengatakan, para pelaku ini telah berkembang dari peretasan sederhana menjadi teknik rekayasa sosial yang canggih.
Sebuah perusahaan dapat memasang semua pengamanan yang mungkin, tetapi serangan yang mengeksploitasi psikologi manusia dapat melewati pertahanan tersebut dalam sekejap,” ujar dia.
Talamantez menyatakan, Korea Utara menjalankan penipuan perekrutan agresif di mana para pelaku menyamar sebagai perusahaan kripto atau perekrut terkemuka. Bahkan dia sendiri didekati dalam salah satu upaya tersebut di LinkedIn.
Penting juga untuk menyoroti pelanggaran jaringan Ronin Network yang terkenal pada 2022. Lazarus Group mencuri hampir US$ 620 juta atau Rp 11,14 triliun setelah menyusup ke jaringan dengan menyamar sebagai perekrut di LinkedIn. Namun, pelaku kejahatan ini juga telah mempersenjatai kepercayaan masyarakat dengan cara lain.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547856/original/029209300_1775473869-dpr4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257112/original/078292600_1781213799-AP26162744447190.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)