Jakarta – FTX akan mulai mendistribusikan sekitar US$ 900 juta atau Rp 16,14 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940) kepada kreditur mulai akhir bulan ini.
Mengutip the block, Sabtu (18/7/2026), ini menandai distribusi kelima yang direncanakan oleh bursa kripto yang gagal tersebut sebagai bagian dari proses kebangkrutannya. Pada Maret, FTX mendistribusikan US$ 2,2 miliar atau Rp 39,46 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940) kepada kreditur. Sejauh ini, aset perusahaan telah mendistribustrikan hampir US$ 10 miliar atau Rp 179,40 triliun kepada kreditur dan penggugat lainnya sejak pembayaran dimulai 2025.
BACA JUGA:Dompet Ethereum Mati Suri 11 Tahun Mendadak Aktif, Komunitas Kripto Heboh
BACA JUGA:Tether Gold Resmi Diakui Abu Dhabi, Adopsi Emas Digital Meluas
BACA JUGA:Harga Kripto Kompak Naik, Bitcoin Bertahan di Atas US$ 65.000
Mirip dengan distribusi terakhir, penerima yang memenuhi syarat yang termasuk dalam convenience and non-convenience classes dalam rencana kebangkrutan Bab 11 perusahaan diharapkan menerima dana mereka dalam waktu tiga hari kerja, yang dibayarkan oleh BitGo, Kraken, atau Payoneer.
Bursa convenience class biasanya merujuk pada pedagang ritel dan kreditur kecil yang merupakan sebagian besar basis kreditur FTX, sedangkan penunjukan non-kemudahan melibatkan klaim yang lebih besar atau lebih kompleks.
Pengelola aset FTX umumnya berupaya untuk membayar kembali kreditor ritel antara 118% dan 142% di atas nilai kepemilikan mereka pada saat bursa tersebut runtuh pada 2022, meskipun juga menghadapi kritik karena tidak membayar kembali aset dalam bentuk aslinya.
Pada Mei, firma hukum Silicon Valley, Fenwick & West, yang bertindak sebagai penasihat hukum eksternal utama FTX US sebelum bursa tersebut runtuh pada 2022, setuju untuk membayar US$ 54 juta atau Rp 968,78 miliar untuk menyelesaikan klaim.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.



/2025/05/07/69721599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3520932/original/054634300_1627274266-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296724/original/031252500_1784022175-IMG_6017.jpeg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293243/original/070926800_1783680606-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_17.27.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293317/original/084763900_1783689465-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295187/original/064854200_1783917688-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_11.22.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522080/original/033966500_1782450355-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_12.03.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323534/original/076427800_1755774308-Gemini_Generated_Image_vu7jgqvu7jgqvu7j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)