Jakarta – Harga Bitcoin melonjak dan berhasil menembus level USD 77.000 setelah militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan keterlibatannya dalam pengujian teknologi blockchain.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (24/4/2026), Militer AS diketahui menjalankan node aktif di jaringan Bitcoin sebagai bagian dari uji coba keamanan siber. Langkah ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan pemerintah di luar sektor keuangan dalam memanfaatkan teknologi blockchain.
BACA JUGA:Metaplanet Terbitkan Obligasi Rp 914 Miliar Demi Borong Bitcoin
BACA JUGA:Perusahaan Jasa Keuangan Ini Tawarkan Bonus Bitcoin kepada Karyawan
BACA JUGA:Proyeksi Mengejutkan: Harga Bitcoin Bisa Capai USD 500.000 pada 2029
Komandan Indo-Pacific Command AS, Samuel Paparo, mengungkapkan hal tersebut dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Ia menjelaskan bahwa node Bitcoin yang dijalankan digunakan untuk berbagai pengujian operasional guna meningkatkan kemampuan pertahanan jaringan.
Paparo menegaskan, fokus utama penggunaan teknologi ini bukan pada aspek finansial, melainkan pada keamanan digital.
“Our interest in Bitcoin is not in its financial value as a store of wealth. We are exploring its infrastructure benefits from a computer science and cryptography perspective. Proof-of-work creates robust technical barriers to secure networks,” ujarnya.
“Ketertarikan kami terhadap Bitcoin bukan pada nilai finansialnya sebagai penyimpan kekayaan. Kami mengeksplorasi manfaat infrastrukturnya dari perspektif ilmu komputer dan kriptografi. Mekanisme proof-of-work menciptakan hambatan teknis yang kuat untuk mengamankan jaringan,” ujarnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565477/original/039812400_1777025979-IMG-20260424-WA0019.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350293/original/016762000_1757995809-peijia-li-AIWSvNU38H8-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564493/original/011433300_1776946208-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_18.54.20__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4380624/original/041544900_1680444403-IMG-20230402-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548113/original/041002800_1775525702-foto2.jpg)