• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Wajib Integrasi ke Tiktok Paling Lambat 9 Juni, Protes Pedagang Tokopedia Menguar

Wajib Integrasi ke Tiktok Paling Lambat 9 Juni, Protes Pedagang Tokopedia Menguar

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-06-04
0

Wajib Integrasi ke Tiktok Paling Lambat 9 Juni, Protes Pedagang Tokopedia Menguar

wmhg.org – JAKARTA. Pedagang (seller) di Tokopedia resah. Pencetusnya:  program integrasi  yang digagas Bytedance, pemilik baru Tokopedia pasca akuisisi Tokopedia dari GOTO. Bytedance meminta pedagang di Tokopedia untuk melakukan integrasi dan migrasi ke pusat penjualan baru milik mereka paling lambat 9 Juni 2025.

Alih alih berjalan mulus, banyak pedagang mengeluhkan intergrasi  ini. Keluhan dari para pedagang bermunculan. Lihat saja, di akun media sosial resmi  Tokopedia_Tiktokshop, keluhan terus membanjir.  Para penjual merasa integrasi menyulitkan karena mereka harus beradaptasi dengan platform baru yang disebut mereka tidak ramah pengguna.

Salah satu pedagang barang elektronik di Tokopedia mengatakan, sudah berusaha berjualan di TikTok dalam  dua  tahun terakhir. Namun, ia merasa pasar Tokopedia berbeda karena  konsumen TikTok  mayoritas adalah pembeli impulsive (pembeli spontan), bukan karena butuh.  “Dan, pembeli elektronik umumnya membeli barang karena butuh,” ujar dia ke KONTAN, Senin (2/6).

Menurut pedagang yang tak mau disebutkan namanya ini menegaskan bahwa proses migrasi ke TikTok Shop terasa seperti membangun bisnis dari awal, terutama dalam memahami dashboard  TikTok Shop yang lebih rumit ketimbang Tokopedia lain.  

Pedagang lain juga menyatakan ketidakpuasan pada layanan utamanya untuk pelanggan yang disebut tidak lagi cepat . Celakanya, mereka merasa tidak punya pilihan lain selain mengikuti arahan untuk migrasi. Tokojayaharus dalam media sosial Tokopedia_Tiktokshop di Instagram menyebutkan bahwa  terbiasa menggunakan Tokopedia, lebih simple, “Begitu gabung, iklan jadi kurang maksimal.”

Keluhan lain sesungguhnya banyak. Akun yonathanhalim dalam media sosial resmi TikTok  menyebut:  “Ini bukan integrasi, tapi lebih tepatnya berubah ke tiktok smua. Tokopedia tuh dari dulu adem jualannya. Fitur nggak aneh-aneh. “Nggak  harus musti live. Nggak diskon-diskonan lebai yang bikin seller perang harga, user interface juga simple bgt gampang ngerti. Tiktok kebalikannya. Dan, sekarang toped mo ditiadakan dengan sampul integrasi. Banyak di luar sana customer-customer yg nggak suka belanja via live.”

Komentar TikTok

Tapi TikTok nampaknya sudah kepalang tanggung dengan tetap memberikan deadline integrasi 9 Juni nanti.Ini lantaran  Tokopedia baru saja meluncurkan pusat penjual terintegrasi baru. Mereka menyebutnya sebagai Tokopedia & TikTok Shop Seller Center pada 8 April 2025 lalu.

Integrasi ini diharap bisa membantu pedagang untuk berjualan di kedua platform secara bersamaan dengan lebih mudah. Dengan integrasi ini, pedagang diharapkan bisa mengelola toko dengan lebih efisien melalui satu dashboard sehingga bisa mengurangi beban administrative para pedagang. 

Kami terus berusaha meningkatkan sistem dan memperluas kapasitas untuk memastikan dukungan yang lebih cepat dan responsif bagi penjual dan pengguna, ungkap juru bicara TikTok dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (3/6).

Lebih lanjut, juru bicara TikTok juga menekankan bahwa integrasi bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah. Meski begitu, Kami menyadari bahwa proses integrasi membawa perubahan dan juga pertanyaan, jelas juru bicara Tiktok. 

Namun, TikTok berkomitmen untuk terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari rencana untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Salah satunya lewat fitur terbaru,  loyalitas PLUS Membership dengan aneka insentif untuk pembeli, fitur konten video di Tokopedia, serta layanan instant delivery melalui TikTok Shop. 

Untuk membantu integrasi, TikTok juga mengaku berupaya maksimal. Bukan hanya secara online, tapi juga bertemu langsung dengan pedagang, mulai dari Jakarta, Tangerang, Bekasi dan tak lama lagi Surabaya. “Kami siap membantu integrasi,” ujar juru bicara Tiktok. 

Pindah Lapak

Meski begitu, tak sedikit pedagang yang patah arang memilih menutup akunnya di Tokopedia dengan adanya keharusan integrasi ini. “Saya pindah ke orange saja. Potongan lebih murah, dan lebih mudah,” ujar seorang pelapak kepada Kontan. 

Penjual alat olahraga ini menyebut, upaya integrasi yang dilakukan oleh Tiktok untuk pedagang di Tokopedia membuat omzet dagangnya ambruk. Lalu, “Aneka aturan Tiktok juga banyak dan ribet,” ujarnya. Akun live dia tiba-tiba diblokir tanpa ada alasan jelas, padahal ia merasa tidak melakukan pelanggaran apapun saat live.

Bagi pedagang yang tidak mau integrasi dan tetap berjualan di Tokopedia saja, maka mereka akan dikenakan biaya yang disebut komisi dinamis. Ini adalah jumlah yang dikenakan ke seluruh seller di Indonesia berdasarkan harga produk. Biaya komisi dinamis berkisar 4% hingga 6%, sesuai kategori barang atau maksimal Rp 40.000 per item.

“Bagi seller yang tidak mau integrasi, biaya komisi 6% apapun jenis barangnya dan maksimal Rp 40.000,” sebut pedagang yang tak mau disebutkan namanya.    

Sumber Kontan yang mengetahui masalah ini menyebut, proses integrasi meski tidak mudah harus dilakukan oleh Tiktok agar bisnis mereka dan seller lebih efisien. Penyatuan dashboard penjualan sebelum integrasi membutuhkan banyak orang. “Pasca integrasi, lebih efisien,” ujar dia. 

Oleh karena itu pula, TikTok juga merampingkan jumlah karyawannya. “PHK tak terhindarkan karena ada redundant karyawan untuk tugas yang kurang lebih sama,” ujar sumber Kontan itu. 

Tak hanya itu saja.Integrasi juga menjadikan Tiktok mengetahui betul ultimate share holder pedagang. Tak sedikit pedagang punya banyak akun jualan dengan nama berbeda. “Penyatuan akan membuat kami tahu persis seller,” ujarnya. 

Mengadaptasi praktik Bytedance di negara asalnya, satu perusahaan hanya boleh memiliki dua toko. “Lebih dari itu, bikin perusahaan lagi,” sebutnya. Konsekuensinya: jumlah seller pasca integrasi akan turun.

Dari informasi yang didapat Kontan, saat ini Tiktok mengenggam 7 juta-8 juta seller, sementara Tokopedia punya 14 juta seller. Tak menyebutkan penurunan, ia hanya menyebut bahwa integrasi oleh seller sudah lebih dari separo pedagang. 

Ia juga menepis upaya integrasi untuk bertahap mengurangi peran Tokopedia. “Tidak, pedagang bebas jualan di Tiktok maupun Tokopedia atau dua-duanya, ini flagship untuk mendorong jualan seller,” ujarnya. 

Masalahnya, pedagang yang tidak ikut integrasi tidak diperbolehkan untuk menambah item barang dagangan atau jualan mereka. “Jika ini terjadi, seller di Tokopedia ya pasti mengecil atau ditinggalkan dan tokopedia bisa tinggal kenangan,” ujar seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya itu.

Selanjutnya: IHSG Menguji Level Psikologis 7.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini (4/6)

Menarik Dibaca: IHSG Menguji Level Psikologis 7.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini (4/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Geledah Kantor Agen TKA hingga Rumah Pejabat Kemnaker, KPK Amankan Duit Rp 300 Juta

Geledah Kantor Agen TKA hingga Rumah Pejabat Kemnaker, KPK Amankan Duit Rp 300 Juta

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Pakaian Bekas Ilegal Rp 53 Miliar

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Pakaian Bekas Ilegal Rp 53 Miliar

2026-06-24
Cara Dapatkan Tiket Pesawat Murah dari Pelita Air, Diskon Mulai Rp529 Ribuan

Cara Dapatkan Tiket Pesawat Murah dari Pelita Air, Diskon Mulai Rp529 Ribuan

2024-07-25
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!

PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!

2026-02-26
Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru

Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru

2026-06-25
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25
Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.