• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

    Harga Minyak Mendidih, Pemerintah Tambah Subsidi atau Naikkan Harga BBM?

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Industri Petrokimia Terpukul Perang Iran, Chandra Asri (TPIA) Alami Force Majeure

Industri Petrokimia Terpukul Perang Iran, Chandra Asri (TPIA) Alami Force Majeure

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-03-04
0

Industri Petrokimia Terpukul Perang Iran, Chandra Asri (TPIA) Alami Force Majeure

wmhg.org – JAKARTA. Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah membuat Timur Tengah bergejolak. Industri petrokimia menjadi salah satu yang terdampak. Perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah mengumumkan keadaan kahar (force majeure).

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengungkapkan konflik militer di kawasan Selat Hormuz berdampak terhadap kelancaran distribusi dalam rantai pasok bahan baku.

Di tengah situasi ini, Chandra Asri Group pun telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku.

Penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan, ujar Suryandi dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (4/3/2026).

Suryandi menegaskan, TPIA secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara AS dan Iran yang terus berkembang, serta mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis Chandra Asri Group.

Operasional pabrik Chandra Asri Group masih tetap berjalan. Namun, sebagai upaya mitigasi, TPIA akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik.

Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini. Dalam kondisi global yang dinamis ini, kami berkomitmen menjaga kesinambungan operasional, ketahanan bisnis, serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha kami, tegas Suryandi.

Sebelumnya, Suryandi telah mengungkapkan bahwa bisnis inti TPIA di industri petrokimia masih dibayangi sejumlah tantangan, terutama dari faktor eksternal. Meliputi dinamika geopolitik, volatilitas harga komoditas, kondisi oversupply global, serta persaingan secara global maupun dengan produk impor.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi TPIA untuk meraih margin yang optimal. Padahal, TPIA ingin meningkatkan tingkat utilisasi. Suryandi menggambarkan pada tahun lalu, rata-rata utilisasi TPIA berada di level 80%.

Sedangkan untuk tahun ini, TPIA menargetkan tingkat utilisasi produksi bisa lebih optimal di level 90% – 95%. Secara operasional, fokus TPIA tahun ini adalah menjaga keandalan operasional di pabrik. Hal ini penting lantaran akan berdampak terhadap pendapatan dan kepercayaan konsumen.

Oleh sebab itu, pada awal tahun ini TPIA melaksanakan pemeliharaan terjadwal (Turnaround Maintenance) di pabrik petrokimia yang berlokasi di Cilegon.

Sudah mulai Januari, dan diharapkan Februari akhir selesai. Ini untuk memastikan mesin-mesin yang ada selama tahun 2026-2027 atau mungkin 3-4 tahun ke mendatang tidak ada masalah, ujar Suryandi dalam Diskusi Media yang berlangsung pada Selasa (24/2/2026) lalu.

Dampak Perang Iran ke Industri Petrokimia

Soal eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas) Fajar Budiono sebelumnya telah menyoroti dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan minyak mentah dan nafta sebagai bahan baku untuk industri petrokimia. Sebab, saat ini pasokan nafta masih dominan berasal dari Timur Tengah.

Fajar memberikan gambaran, produsen petrokimia di Indonesia membutuhkan pasokan nafta minimal sekitar 3,5 juta ton per tahun. Lebih dari separuh kebutuhan tersebut berasal dari Timur Tengah. Dengan penutupan Selat Hormuz, saat ini pasokan minyak mentah dan nafta hanya mengandalkan jalur Laut Merah.

Guna mengamankan pasokan bahan baku, para produsen petrokimia akan mencari alternatif sumber nafta hingga ke AS. Hanya saja, pelaku industri mesti menghadapi risiko harga dan biaya yang lebih mahal.

Fajar belum bisa menggambarkan proyeksi perubahan harga yang bakal terjadi akibat konflik ini. Pelaku industri masih mengestimasikan seberapa lama konflik di Timur Tengah akan berlangsung, serta melakukan rekalkulasi berbagai biaya dan perubahan harga minyak mentah-nafta.

Semuanya lagi rekalkulasi, bukan wait and see karena ini nggak bisa nunggu. Menyiapkan beberapa alternatif, mungkin bisa 5-6 skenario. Apalagi kalau perangnya bukan hanya melibatkan Iran, Israel, dan AS, tapi merembet ke negara lainnya, ujar Fajar saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (2/3/2026).

Meski begitu, Fajar meyakinkan bahwa pelaku industri sudah mengamankan bahan baku hingga barang jadi untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Idulfitri pada kuartal I-2026 ini. Persoalan yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan bahan baku pasca-Idulfitri sampai pertengahan tahun 2026.

Jika konflik berlangsung dalam beberapa bulan, pelaku industri perlu menyiapkan strategi untuk menyesuaikan operasional dengan bahan baku yang ada. Lambat laun harus cari strategi bagaimana membangun pasar dengan bahan baku dan barang-barang yang terbatas. Harus ada inovasi-inovasi baru, tandas Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Prabowo Pangkas Potongan Tarif Ojol Jadi 8%, Gojek Bilang Begini

Prabowo Pangkas Potongan Tarif Ojol Jadi 8%, Gojek Bilang Begini

2026-05-02
Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II, Pemerintah Siapkan Gaji ke-13 hingga Bansos

Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II, Pemerintah Siapkan Gaji ke-13 hingga Bansos

2026-05-07
Indeks Investasi Asing 2026: Asia Pasifik Dominan, Indonesia Turun Peringkat

Indeks Investasi Asing 2026: Asia Pasifik Dominan, Indonesia Turun Peringkat

2026-05-07
Besok, Purbaya Umumkan Pejabat yang Dicopot Terkait Restitusi Pajak

Besok, Purbaya Umumkan Pejabat yang Dicopot Terkait Restitusi Pajak

2026-05-07
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

2026-05-08
Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

2026-05-08
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.420 di Tengah Isu Damai AS-Iran

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.420 di Tengah Isu Damai AS-Iran

2026-05-08
BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi

BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi

2026-05-08

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Melemah Tipis, Zcash Justru Melonjak 7 Persen

Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Melemah Tipis, Zcash Justru Melonjak 7 Persen

2026-05-08
0
Ethereum Berjuang Tembus USD 2.400, Risiko Koreksi Masih Mengintai

Ethereum Berjuang Tembus USD 2.400, Risiko Koreksi Masih Mengintai

2026-05-08
0
Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

Anak Rupert Murdoch Berniat Beli Majalah New York hingga Vox Media

2026-05-08
0
Harga Solana Stagnan 3 Bulan, Tapi Siap-siap Lonjakan Besar

Harga Solana Stagnan 3 Bulan, Tapi Siap-siap Lonjakan Besar

2026-05-08
0
Bursa Kripto Bittrex Ingin SEC Kembalikan Denda Rp 415,92 Miliar

Bursa Kripto Bittrex Ingin SEC Kembalikan Denda Rp 415,92 Miliar

2026-05-08
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh hingga 5,7%

2026-05-08
Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

Rupiah Mulai Melawan, Cek Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI 7 Mei

2026-05-08

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.