• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

    Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

    Pertamina Targetkan Dua Kilang Bensin Rampung 2030, Investasi Capai US,2 Miliar

    Pertamina Targetkan Dua Kilang Bensin Rampung 2030, Investasi Capai US$1,2 Miliar

    Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

    Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

    Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

    Pertamina Targetkan Dua Kilang Bensin Rampung 2030, Investasi Capai US,2 Miliar

    Pertamina Targetkan Dua Kilang Bensin Rampung 2030, Investasi Capai US$1,2 Miliar

    Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

    Laba ESSA Melonjak 130,91% Jadi US$ 18,75 Juta di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-04-29
0

Dampak Lonjakan Harga dan Kelangkaan Sulfur: Smelter Cemas, HPAL Pangkas Produksi

wmhg.org – JAKARTA. Lonjakan harga dan gangguan pasokan sulfur akibat konflik geopolitik di Timur Tengah telah menghantam industri hilir tambang. Para pengusaha smelter sedang cemas, sedangkan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leaching (HPAL) mulai memangkas produksi.

Terbaru, Huayou Cobalt mengumumkan pemangkasan produksi akibat penghentian sementara pada sebagian lini produksi anak usahanya. Merujuk Shanghai Metal Market, Huayou Cobalt memutuskan menghentikan sementara produksi untuk pemeliharaan pada sebagian lini produksi Huafei Nickel & Cobalt mulai 1 Mei 2026.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan lonjakan tajam harga sulfur, bahan baku penolong utama untuk produksi, serta faktor lainnya, termasuk pengoperasian beban tinggi sejak commissioning.

Periode pemeliharaan tersebut akan berdampak terhadap sekitar 50% produksi Huafei Nickel & Cobalt, fasilitas HPAL yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah menyatakan bahwa tekanan industri hilirisasi nikel, khususnya fasilitas pengolahan dan pemurnian berbasis HPAL saat ini menghadapi lonjakan ekstrem biaya bahan baku. Harga sulfur yang saat ini menjadi komponen biaya terbesar dalam proses HPAL telah mencapai kisaran US$ 960 hingga US$ 1.300 per ton.

Melonjak signifikan dibandingkan level harga setahun lalu yang masih sekitar US$ 275 per ton. Tensi geopolitik di wilayah Timur Tengah, di samping menyebabkan kelangkaan dan menaikkan harga sulfur, juga berdampak terhadap kenaikan biaya energi secara signifikan, kata Arif saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (29/4/2026).

Pelaku usaha smelter dan HPAL makin terjepit dengan adanya kenaikan royalti dan perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM). Kombinasi berbagai faktor ini menyebabkan lonjakan biaya operasional HPAL yang mendekati 200%.

Sebuah kondisi tidak sustainable secara bisnis. Menurut kami, kombinasi kebijakan dan geopolitik tersebut menciptakan tekanan berlapis yang secara langsung mengganggu kelayakan ekonomi proyek hilirisasi, tegas Arif.

Praktisi smelter dan Dewan Penasihat Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo) Arif S. Tiammar menjelaskan, sulfur harus diolah terlebih dulu menjadi asam sulfat agar bisa menjadi bahan utama untuk melarutkan nikel, kobalt, dan unsur lain pada bijih nikel dalam proses leaching pada HPAL. Kenaikan harga sulfur secara langsung mendongkrak harga asam sulfat.

Kemudian, terjadi kenaikan secara beruntun yang meningkatkan biaya operasi HPAL untuk menghasilkan produk mixed hydroxide precipitate (MHP). Jika kondisi tidak membaik, Arif khawatir bakal banyak fasilitas pengolahan yang memangkas kapasitas produksi, bahkan kemungkinan ada yang menutup operasinya.

Pelaku usaha tidak sanggup untuk menurunkan harga sulfur. Itu dikembalikan ke hukum pasar, suplai & permintaan. Kini, permintaan sulfur kian tinggi seiring kebutuhan akan pupuk yang sangat tinggi, kata Arif.

Siapkan Skenario Alternatif

Di samping memangkas kapasitas produksi, Arif menyarankan agar pelaku usaha bisa mencari bahan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sulfur. Antara lain dengan menggunakan campuran dari bahan tambang lain yang mengandung sulfur, seperti pirit pada bijih besi.

Mitigasi untuk bertahan adalah mengurangi kapasitas. Tapi yang lebih elok adalah kolaborasi untuk mengolah bijih besi pirit yang mengandung sulfur. Mengambil besi sekaligus mendapatkan sulfur, terang Arif.

Langkah serupa sedang dijalankan oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Head of Studies and Exploration INCO Tyas Agustinus Rabudianto mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba pencampuran pirit untuk mengurangi pemakaian sulfur.

Tyas mengungkapkan, dampak lonjakan harga dan kelangkaan pasokan sulfur terhadap smelter INCO tidak sesignifikan dibanding yang menimpa pabrik HPAL. Meski begitu, INCO tetap mencari alternatif untuk mengantisipasi jika kondisi ini berkepanjangan.

Pasokan sulfur INCO selama ini masih mengandalkan impor dari kawasan Timur Tengah. Tyas mengatakan bahwa stok sulfur INCO masih terjaga dalam posisi aman untuk empat hingga enam minggu.

Sulfur kami masih ada stok. Namun kalau kondisi kayak gini terus berlanjut kan kita harus melakukan sesuatu. Jadi kami siap-siap dari awal biar nanti nggak kaget. Kami cari alternatif sehingga masih bisa tetap menjaga operasi dengan cost yang tidak begitu signifikan, kata Tyas saat ditemui di acara Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), Rabu (29/4/2026).

INCO melakukan uji coba pencampuran pirit yang berasal dari sisa pemrosesan di tambang emas. Pirit tersebut dicampur dengan sulfur dengan persentase tertentu. INCO menguji agar pencampuran ini tidak menimbulkan kendala secara teknikal, lingkungan, dan hasil produksi tetap sesuai standar.

Kami tes di smelter dalam beberapa rentang rasio pencampuran dengan sulfur. Misalnya 25%, nanti naik lagi. Kalau semua sesuai rencana, aman secara teknikal dan lingkungan tidak ada sesuatu yang dilanggar, mungkin ini sebagai suatu hal yang akan kami pakai sebagai solusi, tandas Tyas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Lanjutkan Kenaikan, Ini Sentimennya

Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Lanjutkan Kenaikan, Ini Sentimennya

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Daftar Nama 8 Mitra Penggarap Proyek Listrik dari Sampah di Indonesia

Daftar Nama 8 Mitra Penggarap Proyek Listrik dari Sampah di Indonesia

2026-07-21
Kapal Wisata Indonesia Naik Kelas, Standar Keselamatan Diperketat

Kapal Wisata Indonesia Naik Kelas, Standar Keselamatan Diperketat

2026-08-17
Pahami Bedanya Susut Emas, Potongan, dan Ongkos Pembuatan dalam Transaksi Emas

Pahami Bedanya Susut Emas, Potongan, dan Ongkos Pembuatan dalam Transaksi Emas

2025-09-04
Belanja Pemerintah Pusat 2027 Naik Jadi Rp 3.362 Triliun

Belanja Pemerintah Pusat 2027 Naik Jadi Rp 3.362 Triliun

2026-08-15
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

2026-08-19
Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

2026-08-19
Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

2026-08-19
Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

2026-08-19

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

2026-08-19
0
Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

2026-08-19
0
Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

2026-08-19
0
Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

2026-08-19
0
Bitmine Menambah 9.926 Ethereum, Total Kepemilikan Jadi 5,8 Juta ETH

Bitmine Menambah 9.926 Ethereum, Total Kepemilikan Jadi 5,8 Juta ETH

2026-08-19
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

2026-08-19
Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

2026-08-19

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.