Jakarta – Bittime menilai, posisi Indonesia di 15 besar adopsi kripto global menunjukkan ekosistem aset digital domestik memiliki basis aktivitas yang kuat. Berdasarkan 2026 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis, Indonesia berada di peringkat ke-14 dari 117 negara dan menempati peringkat ke-10 untuk cross-border flows.
Posisi tersebut menunjukkan besarnya aktivitas aset digital di Indonesia sekaligus semakin terhubungnya pasar domestik dengan ekosistem global. Chainalysis juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-11 untuk total flows, ke-12 untuk balances, dan ke-13 untuk aktivitas domestic peer-to-peer.
BACA JUGA:Jakarta World Cinema 2026 Dibuka Pemenang Palme d\’Or, Sinematografernya Akan Isi Masterclass
BACA JUGA:Indonesia Juara Umum IHAA Asian Greater Championship 2026, Bawa Pulang 13 Medali dari Moskow
BACA JUGA:El Nino Tak Cuma Picu Inflasi, Ekspor Komoditas Bisa Terganggu
BACA JUGA:Dubes Korsel: Indonesia Bisa Berperan dalam Menjembatani Dua Korea
BACA JUGA:BI: Kenaikan Surplus Perdagangan Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia
“Posisi Indonesia di 15 besar adopsi kripto global menunjukkan bahwa ekosistem aset digital domestik memiliki basis aktivitas yang kuat. Di sisi lain, masih terdapat ruang untuk memperdalam pasar, termasuk melalui pengembangan produk seperti Futures, edukasi, dan pemahaman risiko agar pertumbuhan ekosistem dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutur Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dikutip dari keterangan resmi, Jumat, (2/10/2026).
Derivatif Menjadi Salah Satu Ruang Pertumbuhan
Salah satu area yang masih memiliki ruang untuk berkembang adalah perdagangan derivatif aset keuangan digital. Secara global, aktivitas derivatif telah menjadi bagian penting dari pasar aset kripto.
Cboe mencatat volume nasional derivatif kripto mencapai sekitar US$ 111,5 triliun pada 2025 dibandingkan sekitar US$ 25,3 triliun untuk perdagangan spot, atau sekitar 4,4 kali lebih besar. Cboe menyebut derivatif semakin berperan dalam price discovery dan risk transfer di pasar aset digital.
Besarnya aktivitas Futures global didukung oleh sejumlah karakteristik instrumen tersebut. Coinbase Institutional menjelaskan, perpetual futures telah menjadi salah satu instrumen dengan aktivitas perdagangan terbesar di pasar kripto global, dengan penggunaan yang mencakup directional trading, hedging, dan arbitrage. Perpetual futures juga memungkinkan pelaku pasar mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga tanpa harus membeli aset secara langsung.
/2026/03/08/1389890413.jpg)
/2025/12/05/291552133.jpg)
/2026/06/09/493072376.jpg)
/2025/11/28/1073548291.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)