• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%

    Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%

    Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Amerika Tak Jadi \’Bangkrut\’, China Kok Masih Was-Was?

Amerika Tak Jadi \’Bangkrut\’, China Kok Masih Was-Was?

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2023-06-01
0

Amerika Tak Jadi \’Bangkrut\’, China Kok Masih Was-Was?

Jakarta, wmhg.org Indonesia – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) terkait penangguhan plafon utang negara hingga 1 Januari 2025 pada Rabu malam (31/5) waktu setempat.

Melansir Reuters, hasil akhir pemungutan suara adalah 314-117 dengan 71 anggota Partai Republik dan 46 anggota Partai Demokrat yang memilih menentang RUU tersebut. Selanjutnya, RUU tersebut harus disetujui oleh Senat AS untuk kemudian dapat dikirimkan kepada Presiden AS Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang (UU) sebelum batas waktu Senin depan (5/6). Pada hari tersebut, diperkirakan pemerintah federal AS akan kehabisan dana untuk membayar tagihan-tagihannya.

Di Senat, para pemimpin dari kedua partai mengatakan mereka berharap dapat segera mengesahkan undang-undang tersebut sebelum akhir pekan ini. Namun, kemungkinan adanya penundaan karena pemungutan suara mengenai amendemen dapat mempersulit situasi.

Baca:

Amerika Nambah Utang Rakyatnya Hepi, Kalau di RI Nyinyir!

Kenapa China Masih Was-Was?

Foto: (AP Photo/Greg Baker)
Workers assemble electronic cigarettes on a production line at the Ruyan factory in Tianjin, China, Thursday, Feb. 19, 2009. The battery-powered products, which resemble real cigarettes but produce a fine nicotine mist, which is absorbed quickly and directly by the lungs, are gaining ground in America and Europe, and have even made a dent in China, home to 350 million smokers – the world\’s biggest tobacco market. (AP Photo/Greg Baker)

Kesepakatan soal plafon utang AS diharapkan dapat menghindari risiko kebangkrutan kredit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelumnya, risiko AS default membuat orang khawatir bahwa hal tersebut dapat menjadi bencana bagi ekonomi global yang telah terpukul oleh krisis perbankan, inflasi tinggi yang berkepanjangan, dan dampak dari perang di Ukraina.

Menurut pengamat, hal ini juga akan meredakan kekhawatiran di China di mana pemulihan ekonomi pasca-pandemi tampaknya kehilangan momentum bulan lalu.

Dalam jangka pendek, kekhawatiran telah mereda, tetapi ketidaksepakatan antara kedua partai dan dampaknya terhadap ekonomi Amerika Serikat dan global, terutama terhadap aset dolar Amerika Serikat, sebenarnya belum sepenuhnya hilang, kata profesor keuangan dari Universitas Renmin, Zhao Xijun, dilansir dari SCMP.

Kesepakatan ini mungkin dianggap sebagai kemenangan bagi Biden, tetapi krisis ini telah memperlihatkan adanya permusuhan partisipan yang dalam di Amerika Serikat dan membuat orang mempertanyakan kredibilitas pemerintah AS.

Selama kepentingan kedua partai tidak sejalan, perselisihan mengenai batas utang akan muncul kembali–dan semakin sering, kata Zhao.

Batas utang semakin menjadi isu kontroversial antara kedua partai, yang mungkin kurang bersedia untuk kompromi di masa depan, imbuh Zhao.

Baca:

Faisal Basri Sebut Era Jokowi Super Boros, Ini Penjelasannya

Negosiasi alot yang berlangsung selama berminggu-minggu di Washington menimbulkan kekhawatiran di China. Ini lantaran AS sebagai salah satu pasar tujuan utama investasi efek (securities) luar negeri China.

Menurut data dari Departemen Keuangan AS, China menggenggam surat utang AS (Treasury) senilai US$859 miliar pada Januari. China merupakan pemegang terbesar kedua setelah Jepang.

China sangat khawatir tentang risiko yang terkait dengan masalah utang karena China memiliki sejumlah besar obligasi dan aset investasi AS, dan kekacauan di pasar kredit AS akan berarti tekanan tidak hanya bagi pasar keuangan AS tetapi juga bagi dolar AS, kata Zhao. Dalam hal ini, seluruh pasar keuangan internasional akan terpengaruh.

Foto: Edward Ricardo dan Aristya Rahadian
Utang Pemerintah

Shi Yinhong, pakar hubungan internasional yang juga berafiliasi dengan Universitas Renmin, memperingatkan, masih ada beberapa ketidakpastian tentang bagaimana Biden dan McCarthy akan membawa kesepakatan ini kepada Kongres.

Waktu semakin berjalan dan tidak mungkin kedua kamar Kongres [DPR dan Senat] menolak kesepakatan, kata Shi. Tetapi jika kedua partai gagal mencapai kesepakatan sebelum batas waktu default, itu akan menjadi pukulan yang sangat besar bagi China dan Jepang.

Chen Fengying, peneliti senior di Institusi Hubungan Internasional Kontemporer China di Beijing, mengatakan, isu batas utang AS adalah masalah politik, bukan masalah ekonomi.

Dalam hal ini, semuanya soal bipartisanship dan perundingan antara kedua partai, kata Chen.

Tan Yaling, kepala China Forex Investment Research Institute yang berbasis di Beijing, mengatakan, krisis utang AS akan memiliki dampak terbatas bagi China. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kesenjangan yang besar dalam tingkat imbal hasil bunga antara kedua negara.

Imbal hasil surat berharga AS yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah China akan memicu lindung nilai dan tindakan spekulatif [yang akan membawa risiko bagi pasar keuangan China], katanya.

Badan keuangan China telah berulang kali memperingatkan tentang hambatan ekonomi eksternal terhadap pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dalam laporan moneter kuartal pertama pada 15 Mei, bank sentral China mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan global, inflasi tinggi, konflik geopolitik yang sedang berlangsung, dan kebijakan moneternya yang ketat di negara-negara besar telah memperburuk gejolak pasar keuangan global, membuat pasar menjadi tidak stabil, tidak pasti, dan sulit diprediksi.

Baca:

Kondisi Utang RI Makin Bengkak, Ini Penjelasan Stafsus Menkeu

Pang Zhongying, profesor kepala ekonomi politik internasional di Universitas Sichuan, mengatakan, meskipun adanya persaingan sengit antara kedua negara, kesepakatan batas utang di AS juga merupakan berita baik bagi China.

Setiap kekacauan keuangan di AS pasti akan berdampak pada China karena AS masih merupakan ekonomi terbesar di dunia, kata Pang.

China dan Amerika Serikat tidak sepenuhnya terpisah, jadi kesepakatan pagu utang ini juga merupakan kepentingan China dan dunia, pungkasnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Semringah! Wall Street Serentak Dibuka Menghijau

Semringah! Wall Street Serentak Dibuka Menghijau

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Bank Jago Buka Suara Terkait Isu Merger dengan BFI Finance

Bank Jago Buka Suara Terkait Isu Merger dengan BFI Finance

2026-07-22
Mengenal Dody Hanggodo, Pengusaha Kandidat Calon Menteri Prabowo

Mengenal Dody Hanggodo, Pengusaha Kandidat Calon Menteri Prabowo

2024-10-18
Trump Resmi Terapkan Tarif 50% ke Kanada

Trump Resmi Terapkan Tarif 50% ke Kanada

2026-07-21
Atur Pajak 0% di PFII, Purbaya Patok Standar Singapura dan Dubai

Atur Pajak 0% di PFII, Purbaya Patok Standar Singapura dan Dubai

2026-07-21
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Kolaborasi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Solusi KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja.

Kolaborasi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Solusi KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja.

2026-07-22
OJK Minta Influencer Keuangan  Jujur Soal Peran, Tak Boleh Berkedok Edukasi

OJK Minta Influencer Keuangan Jujur Soal Peran, Tak Boleh Berkedok Edukasi

2026-07-22
Bank Mandiri Perkuat Pengalaman Layanan lewat Kampanye Nyaman Bersama Mandiri

Bank Mandiri Perkuat Pengalaman Layanan lewat Kampanye Nyaman Bersama Mandiri

2026-07-22
Bank Jago Buka Suara Terkait Isu Merger dengan BFI Finance

Bank Jago Buka Suara Terkait Isu Merger dengan BFI Finance

2026-07-22

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Bidik Bank hingga Fintech, Visa Rilis Platform Stablecoin

Bidik Bank hingga Fintech, Visa Rilis Platform Stablecoin

2026-07-22
0
Akuisisi NOBI, Bybit Resmi Masuk Indonesia

Akuisisi NOBI, Bybit Resmi Masuk Indonesia

2026-07-22
0
Harga Pi Coin Terpuruk, Investasi Rp 179 Juta Kini Tinggal Rp 4,4 Juta

Harga Pi Coin Terpuruk, Investasi Rp 179 Juta Kini Tinggal Rp 4,4 Juta

2026-07-22
0
Harga Kripto 18 Juli 2026: Bitcoin Menghijau, Ethereum hingga Chainlink Tertekan

Harga Kripto 18 Juli 2026: Bitcoin Menghijau, Ethereum hingga Chainlink Tertekan

2026-07-22
0
BitPay Kantongi Persetujuan Layani Pembayaran Kripto di Uni Eropa

BitPay Kantongi Persetujuan Layani Pembayaran Kripto di Uni Eropa

2026-07-22
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Kolaborasi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Solusi KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja.

Kolaborasi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Solusi KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja.

2026-07-22
OJK Minta Influencer Keuangan  Jujur Soal Peran, Tak Boleh Berkedok Edukasi

OJK Minta Influencer Keuangan Jujur Soal Peran, Tak Boleh Berkedok Edukasi

2026-07-22

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.