• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, September 26, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?

Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-01-09
0

Baca 10 detik

Nenek Saudah (68) dikeroyok di Pasaman, Sumbar, pada 1 Januari 2026 karena menentang tambang emas ilegal.
Aktivitas PETI di Batang Air Sibinail menyebabkan pencemaran lingkungan dan berpotensi mengancam sumber kehidupan warga.
Aparat menangkap satu pelaku, namun aktivis menduga ada upaya melindungi aktor besar di balik kekerasan ini.

wmhg.org – Gelap pekat menyelimuti tepian Batang Air Sibinail, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, pada Kamis, 1 Januari 2026 dini hari. Dari rimbun semak-semak, sesosok tubuh ringkih bersimbah darah merangkak di atas tanah basah.

Dengan sisa-sisa tenaga, ia menyeret tubuhnya sejauh 200 meter kembali ke rumah. Sosok itu adalah Nenek Saudah, seorang lansia berusia 68 tahun. Ia akhirnya ambruk tak sadarkan diri tepat di depan pintu rumahnya, ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi mengenaskan.

Malam pergantian tahun itu seharusnya menjadi momen perayaan. Namun, bagi Nenek Saudah, malam tersebut justru menjadi saksi bisu kebrutalan. Ia dikeroyok oleh sekelompok orang karena diduga menentang aktivitas tambang emas ilegal yang berbatasan dengan tanahnya.

Lantas, mengapa seorang nenek harus menjadi target kekerasan hanya karena menjaga tanahnya? Dan mengapa para penambang ilegal bisa begitu berkuasa hingga berani melakukan tindakan yang nyaris menghilangkan nyawa?

Batang Air Sibinail: Alasan Perlawanan Nenek Saudah

Perlawanan Nenek Saudah bukanlah tanpa alasan. Menurut penelusuran WALHI Sumatera Barat, lokasi tambang berada di Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, tepat di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan yang mengalir hingga ke Provinsi Riau.

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sana telah mengubah Batang Air Sibinail menjadi bom waktu ekologis.

Sebagian besar aktivitas PETI ini berada di badan sungai dan di dalam sungai, ungkap Staf Divisi Kajian WALHI Sumbar, Tommy Adam, kepada wmhg.org, Kamis (8/1/2026).

Dengan bukaan lahan lebih dari 100 hektare, kualitas air sungai diduga kuat telah tercemar merkuri dan jauh melampaui baku mutu lingkungan. Bagi Nenek Saudah, mempertahankan tanahnya berarti mempertahankan sumber kehidupan terakhir dari kerusakan total.

Kisah kekerasan itu bermula pada sore hari, saat Nenek Saudah mendatangi para pekerja tambang dan berhasil menghentikan aktivitas mereka di tanahnya. Namun, selepas magrib, mereka kembali.

Saat sang nenek mencoba melarang lagi, ia justru disambut lemparan batu, dikeroyok, dipukuli hingga pingsan, lalu tubuhnya dibuang ke semak-semak karena dikira telah meninggal. Pihak kepolisian bergerak cepat dan menangkap satu orang pelaku berinisial IS (26), yang disebut masih kerabat korban.

Polda Sumbar membantah adanya dugaan praktik tambang emas ilegal di balik kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Pasaman, mereka mengklaim kasus ini dilatarbelakangi “konflik tanah kaum”.

Namun, narasi ini ditolak mentah-mentah oleh para aktivis dan keluarga. LBH Padang dan PBHI Sumatera Barat mencium adanya upaya pengerdilan kasus atau downplaying.

Mereka juga mempertanyakan mengapa kasus brutal ini hanya dijerat pasal pengeroyokan biasa, bukan percobaan pembunuhan.

Fakta bahwa pelaku membuang tubuh korban ke semak/sungai setelah menganiayanya secara brutal menunjukkan adanya niat untuk menghilangkan nyawa (mens rea), tegas Ketua PBHI Sumbar, Ihsan Riswandi.

WALHI Sumbar bahkan melihat adanya kejanggalan serius.

Di awal itu yang disampaikan oleh Kapolda itu enam orang (pelaku). Ini menurut kami ada kejanggalan-kejanggalan, ujar Tommy.

Ia menduga kuat adanya skenario untuk mengorbankan satu orang demi melindungi aktor yang lebih besar.

Kami sangat meyakini ada oknum-oknum yang terlibat dalam hal ini, katanya.

Ilegalitas dan Absennya Negara

Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
Infografis nenek saudah melawan mafia tambang emas ilegal. (wmhg.org)

Kasus Nenek Saudah adalah puncak gunung es dari ekosistem ilegalitas yang dibiarkan tumbuh subur. Menurut LBH Padang, mustahil aparat dan pemerintah setempat tidak mengetahui aktivitas tambang yang telah berlangsung terang-terangan selama bertahun-tahun.

Kekerasan yang dialami Nenek Saudah adalah buah dari absennya negara, ujar Kepala Divisi Kampanye LBH Padang, Calvin Nanda Permana.

Fakta di lapangan semakin menguatkan dugaan ini. Penelusuran WALHI Sumbar menemukan bahwa lokasi tambang ilegal yang masif itu hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Kantor Polsek Rao.

Jadi muncul indikasi, ya, muncul pertanyaan, apakah ini tidak dilakukan penindakan? tanya Tommy.

Pembiaran inilah yang menurut para aktivis menumbuhkan arogansi dan budaya impunitas di kalangan pemodal dan pekerja tambang. Mereka merasa tak tersentuh hukum, sehingga berani melakukan kekerasan terhadap siapa pun yang menghalangi.

Penegakan hukum yang hanya menyentuh “pemain wayang” di lapangan, sementara dalang atau aktor intelektual serta penerima keuntungan tetap bebas, menjadi masalah kronis.

Atas tragedi ini, LBH Padang, PBHI Sumbar, dan WALHI Sumbar secara serempak mendesak Kapolri dan Komnas HAM untuk turun tangan. Mereka tidak hanya menuntut penangkapan seluruh pelaku hingga ke pemodal besar, tetapi juga evaluasi total terhadap kinerja aparat lokal yang diduga melakukan pembiaran.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Intervensi AS-Jepang Mulai Kehabisan Tenaga, Yen Kembali Lesu

Intervensi AS-Jepang Mulai Kehabisan Tenaga, Yen Kembali Lesu

2026-08-08
Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

2024-08-08
Danantara Housing Expo Resmi Dibuka, Tawarkan Rumah Mulai Rp 120 Juta

Danantara Housing Expo Resmi Dibuka, Tawarkan Rumah Mulai Rp 120 Juta

2026-08-28
OJK Wanti-wanti Dana Pensiun BUMN: Punya Tantangan Jangka Panjang

OJK Wanti-wanti Dana Pensiun BUMN: Punya Tantangan Jangka Panjang

2026-09-26
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

2026-09-26
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-26
Harga Perak Antam Hari Ini 25 September 2026 Susut Rp 500

Harga Perak Antam Hari Ini 25 September 2026 Susut Rp 500

2026-09-26
Harga Emas Pegadaian 25 September 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Sentuh Rp 2,5 Juta

Harga Emas Pegadaian 25 September 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Sentuh Rp 2,5 Juta

2026-09-26

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Curi Kripto Hampir Rp 286 Miliar, Pria Ini Divonis 12 Tahun Penjara

Curi Kripto Hampir Rp 286 Miliar, Pria Ini Divonis 12 Tahun Penjara

2026-09-26
0
Harga Kripto 25 September 2026: Bitcoin Menguat, XRP Memimpin Penguatan

Harga Kripto 25 September 2026: Bitcoin Menguat, XRP Memimpin Penguatan

2026-09-26
0
Intip Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini di Tengah Sentimen The Fed

Intip Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini di Tengah Sentimen The Fed

2026-09-26
0
Peretas Korea Utara Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp 6,29 Triliun Terdampak

Peretas Korea Utara Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp 6,29 Triliun Terdampak

2026-09-26
0
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Laporkan Kepemilikan Bitcoin hingga Uang Tunai

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Laporkan Kepemilikan Bitcoin hingga Uang Tunai

2026-09-26
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

2026-09-26
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-26

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.