• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Duka Longsor Cilacap: 16 Nyawa Melayang, BNPB Akui Peringatan Dini Bencana Masih Rapuh

Duka Longsor Cilacap: 16 Nyawa Melayang, BNPB Akui Peringatan Dini Bencana Masih Rapuh

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-11-18
0

Baca 10 detik

Tragedi longsor Cilacap membuktikan bahwa sistem peringatan dini bencana di Indonesia yang terlalu bergantung pada prakiraan curah hujan sudah tidak efektif dan mendesak untuk dievaluasi total
BNPB menegaskan pentingnya adopsi teknologi seperti sensor pemantau retakan tanah di daerah rawan, namun implementasinya terhambat oleh masalah klasik, yakni keterbatasan anggaran dan tantangan geografis
Sedikitnya 16 korban meninggal dunia dalam bencana Cilacap menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memprioritaskan pengembangan sistem peringatan dini multi-bahaya yang lebih andal dan terintegrasi

wmhg.org – Bencana tanah longsor yang memorak-porandakan Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (14/11) lalu, menjadi bukti nyata betapa rapuhnya sistem peringatan dini bencana di Indonesia.

Di tengah duka atas 16 korban jiwa yang telah ditemukan dan tujuh lainnya yang masih hilang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara terbuka menyoroti kelemahan fundamental yang membuat masyarakat tak berdaya menghadapi ancaman longsor.

Tragedi ini bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan sebuah pengingat keras bahwa respons terhadap potensi bencana masih sangat bergantung pada identifikasi manual dan indikator yang tidak lagi memadai.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa selama ini peringatan dini terlalu bertumpu pada prakiraan cuaca, sebuah metode yang terbukti gagal di Cilacap.

Dalam konferensi daring bertajuk “Disaster Briefing” pada Senin (17/11/2025) malam, Abdul Muhari mengungkapkan fakta krusial di balik bencana tersebut.

Ia menyatakan bahwa intensitas hujan saat kejadian memang tinggi, namun tidak sampai pada level ekstrem yang biasanya menjadi acuan utama peringatan.

“Longsor di Cilacap terjadi saat hujan tinggi, tapi tidak ekstrem. Artinya indikatornya tidak bisa hanya curah hujan,” kata dia sebagaimana dilansir Antara.

Pernyataan ini menggarisbawahi sebuah celah berbahaya dalam sistem mitigasi bencana nasional. Ketika longsoran tanah membentang hingga satu kilometer dari titik runtuhan, menjadi jelas bahwa prediksi berbasis curah hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saja tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa.

Teknologi Mendesak, Anggaran Terbatas

BNPB menekankan bahwa daerah-daerah dengan kontur perbukitan curam, seperti yang banyak ditemukan di Jawa Tengah, sudah seharusnya dilengkapi dengan sistem peringatan dini berbasis teknologi.

Salah satu solusi yang paling mendesak adalah pemasangan sensor pemantau retakan tanah. Teknologi sederhana ini dapat memberikan sinyal bahaya yang jauh lebih akurat dan cepat kepada warga yang tinggal di zona merah.

Para ahli teknologi bencana di BNPB telah lama mengidentifikasi kabupaten-kabupaten rawan seperti Banjarnegara, Cilacap, dan Wonosobo sebagai wilayah prioritas yang membutuhkan penguatan sistem tersebut.

Namun, niat baik ini terbentur pada kenyataan pahit di lapangan. Abdul Muhari mengakui bahwa keterbatasan anggaran pemerintah daerah dan kondisi geografis yang sulit menjadi penghalang utama implementasi teknologi tersebut.

Akibatnya, sebagian besar daerah rawan bencana masih pasrah pada prakiraan cuaca harian, sebuah metode yang lebih bersifat reaktif ketimbang preventif.

Ketiadaan alat deteksi dini yang canggih membuat masyarakat kehilangan waktu berharga untuk melakukan evakuasi mandiri sebelum bencana menerjang.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Misteri Kematian Brigadir Esco: Istri Jadi Tersangka, Benarkah Ada Perwira W Terlibat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

2026-04-17
OJK – Kementerian PKP Bentuk Satgas Percepatan 3 Juta Rumah

OJK – Kementerian PKP Bentuk Satgas Percepatan 3 Juta Rumah

2026-04-14
Cerita Pengusaha Perempuan Bawa Mukena Premium Naeka Tembus Pasar Global via LinkUMKM BRI

Cerita Pengusaha Perempuan Bawa Mukena Premium Naeka Tembus Pasar Global via LinkUMKM BRI

2026-04-17
IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

2026-04-17
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17
Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

2026-04-17
IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

2026-04-17

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
0
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17
0
Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

2026-04-17
0
IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

2026-04-17
0
Pemerintah Buka Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Prioritas Putra Daerah

Pemerintah Buka Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Prioritas Putra Daerah

2026-04-17
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.