Jakarta – Bank Indonesia (BI) tidak hanya menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat gejolak global dan keluarnya aliran modal asing, bank sentral juga meluncurkan empat kebijakan tambahan untuk memperkuat stabilitas mata uang domestik.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut diambil setelah nilai tukar rupiah bergerak lebih lemah dari perkiraan sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan pada 19-20 Mei 2026.
BACA JUGA:BI Rate Naik, Pengusaha Tahan Ekspansi Bisnis
BACA JUGA:BI Rate Naik, OJK Cermati Dampak ke Perbankan
BACA JUGA:OJK Paparkan Penyebab IHSG Melonjak 7,5%
Menurut Perry, tekanan terhadap rupiah berasal dari ketidakpastian global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah, tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, serta keluarnya investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia.
Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing, ujar Perry dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Berikut empat langkah tambahan yang ditempuh BI selain menaikkan BI Rate.
1. Naikkan Imbal Hasil SRBI
Langkah pertama adalah menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.
Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan daya tarik instrumen investasi domestik sehingga tetap kompetitif dibandingkan negara lain.
Dengan imbal hasil yang lebih tinggi, BI berharap investor asing kembali menempatkan dananya di pasar keuangan Indonesia.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8011154/original/013585800_1780850911-IMG-20260607-027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752322/original/006653200_1552644717-20190314-Hiruk-Pikuk-Petani-Gorontalo-Sambut-Musim-Panen3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)