• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Didorong Infrastruktur dan Penjualan Lahan, Jababeka Cetak Kinerja Apik pada 2025

    Didorong Infrastruktur dan Penjualan Lahan, Jababeka Cetak Kinerja Apik pada 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Didorong Infrastruktur dan Penjualan Lahan, Jababeka Cetak Kinerja Apik pada 2025

    Didorong Infrastruktur dan Penjualan Lahan, Jababeka Cetak Kinerja Apik pada 2025

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » INTERNASIONAL » Negara-Negara Ini Harus Membayar US$ 300 Miliar Untuk Pendanaan Iklim

Negara-Negara Ini Harus Membayar US$ 300 Miliar Untuk Pendanaan Iklim

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-11-24
0

Negara-Negara Ini Harus Membayar US$ 300 Miliar Untuk Pendanaan Iklim

wmhg.org – BAKU. Negara-negara maju harus membayar US$ 300 miliar per tahun pada tahun 2035 untuk membantu negara-negara miskin mengatasi perubahan iklim. Ini adalah rancangan kesepakatan baru dari perundingan iklim PBB yang diterbitkan pada hari Sabtu, setelah target sebelumnya sebesar US$ 250 miliar ditolak.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara kaya lainnya akan mendukung target pendanaan global tahunan sebesar US$ 300 miliar dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan pada pertemuan puncak dua pekan tersebut.

Konferensi iklim COP29 yang berlangsung di ibu kota Azerbaijan, Baku, seharusnya selesai pada hari Jumat (22/11). Tetapi konferensi diperpanjang karena negosiator dari hampir 200 negara berjuang untuk mencapai konsensus tentang rencana pendanaan iklim untuk dekade berikutnya.

Pada satu titik, delegasi dari negara-negara miskin dan negara-negara kepulauan kecil keluar dari perundingan karena frustrasi atas apa yang mereka sebut kurangnya inklusi. Walk out ini juga terjadi karena kekhawatiran bahwa negara-negara penghasil bahan bakar fosil berusaha melemahkan aspek-aspek kesepakatan tersebut.

KTT tersebut langsung membahas inti perdebatan mengenai tanggung jawab keuangan negara-negara industri, yang secara historis menggunakan bahan bakar fosil dan telah menyebabkan sebagian besar emisi gas rumah kaca. Salah satu bentuk tanggung jawab adalah memberikan kompensasi kepada negara lain atas kerusakan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

KTT tersebut juga mengungkap perpecahan antara pemerintah negara kaya yang dibatasi oleh anggaran domestik yang ketat dan negara-negara berkembang yang terhuyung-huyung akibat biaya badai, banjir, dan kekeringan yang semakin parah.

Wakil Perdana Menteri Fiji Biman Prasad mengatakan kepada Reuters bahwa dia optimistis akan tercapainya kesepakatan di Baku.

Jika menyangkut uang, hal itu selalu kontroversial, tetapi kami mengharapkan kesepakatan malam ini, kata dia.

Sasaran baru ini dimaksudkan untuk menggantikan komitmen negara-negara maju sebelumnya untuk menyediakan US$ 100 miliar per tahun dalam pendanaan iklim bagi negara-negara miskin pada tahun 2020. Sasaran tersebut terpenuhi dua tahun kemudian, pada tahun 2022, dan berakhir pada tahun 2025.

Proposal US$ 250 miliar sebelumnya yang disusun oleh Azerbaijan sebagai presiden COP29 ditolak karena dianggap terlalu rendah. Kesepakatan yang lemah akan menghambat kemampuan mereka untuk menetapkan target pemotongan emisi gas rumah kaca yang lebih ambisius.

Negara-negara juga sepakat pada Sabtu malam mengenai aturan pasar global untuk membeli dan menjual kredit karbon yang menurut para pendukungnya dapat memobilisasi miliaran dolar ke dalam proyek-proyek baru untuk membantu memerangi pemanasan global.

Baca Juga: KTT Iklim COP29 Mengusulkan Negara-Negara Kaya Membayar US$250 Miliar per Tahun

Siapa saja yang dianggap sebagai negara maju?

Para negosiator telah berupaya untuk menjawab pertanyaan lain tentang target pendanaan, termasuk siapa yang diminta untuk berkontribusi dan berapa banyak dana yang diberikan sebagai hibah, bukan pinjaman.

Daftar negara yang diminta untuk berkontribusi berasal dari daftar yang diputuskan selama perundingan iklim PBB pada tahun 1992.

Menurut kesepakatan tahun 1992, ada 24 negara, termasuk Uni Eropa yang masuk dalam kategori Annex II yang diharuskan memberikan dukungan finansial dan teknis kepada negara-negara berkembang untuk membantu mereka mengurangi emisi gas rumah kaca (mitigasi perubahan iklim) dan mengelola dampak perubahan iklim (adaptasi perubahan iklim).

Negara-negara yang masuk di Annex II seperti:

  1. Amerika Serikat (AS)
  2. Australia
  3. Kanada
  4. Islandia
  5. Jepang
  6. Selandia Baru
  7. Norwegia
  8. Inggris
  9. Austria
  10. Belgia
  11. Denmark
  12. Finlandia
  13. Prancis
  14. Jerman
  15. Yunani
  16. Irlandia
  17. Italia
  18. Luksemburg
  19. Belanda
  20. Portugal
  21. Spanyol
  22. Swedia
  23. Swiss
  24. Uni Eropa

Pemerintah Eropa telah menuntut negara lain untuk ikut membayar, termasuk China, ekonomi terbesar kedua di dunia, dan negara-negara Teluk yang kaya minyak.

Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS bulan ini juga telah menaungi perundingan Baku.

Trump, yang akan menjabat pada bulan Januari, telah berjanji untuk kembali mengeluarkan AS dari kerja sama iklim internasional. Sehingga negosiator dari negara-negara kaya lainnya memperkirakan bahwa di bawah pemerintahan negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu tidak akan membayar tujuan pendanaan iklim.

Tujuan yang lebih luas yakni mengumpulkan US$ 1,3 triliun dalam pendanaan iklim setiap tahun pada tahun 2035. Ini akan mencakup pendanaan dari semua sumber publik dan swasta dan yang menurut para ekonom sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Target ini juga masuk dalam kesepakatan konferensi COP29.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Cek Fakta: Arab Saudi Batasi Kuota Haji Indonesia, Gara-gara Kalah 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia

Cek Fakta: Arab Saudi Batasi Kuota Haji Indonesia, Gara-gara Kalah 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Impor Kuartal I 2026 Capai Rp 1.063,5 Triliun, Mayoritas dari China

Impor Kuartal I 2026 Capai Rp 1.063,5 Triliun, Mayoritas dari China

2026-05-05
Indonesia Bisa Jadi Pasar Penerbangan Terbesar ke-4 di Dunia, Ini Syaratnya

Indonesia Bisa Jadi Pasar Penerbangan Terbesar ke-4 di Dunia, Ini Syaratnya

2026-05-07
Terus Merugi, Krakatau Osaka Steel Resmi Tutup Juni 2026

Terus Merugi, Krakatau Osaka Steel Resmi Tutup Juni 2026

2026-05-07
Sederet Rencana Kebijakan Pemerintah Demi Stabilkan Rupiah

Sederet Rencana Kebijakan Pemerintah Demi Stabilkan Rupiah

2026-05-07
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Melesat Usai Rilis Data Pekerjaan Amerika Serikat

Harga Emas Dunia Melesat Usai Rilis Data Pekerjaan Amerika Serikat

2026-05-10
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24?

2026-05-10
Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026 Stagnan, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026 Stagnan, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-05-10
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,5 Juta

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,5 Juta

2026-05-10

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Dunia Perkasa Tersengat Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran

Harga Emas Dunia Perkasa Tersengat Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran

2026-05-10
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Mei 2026: UBS Turun, Antam dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Mei 2026: UBS Turun, Antam dan Galeri24?

2026-05-10
0
Harga Emas Antam Hari Ini 8 Mei 2026 Turun Rp 1.000, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini 8 Mei 2026 Turun Rp 1.000, Cek Rinciannya

2026-05-10
0
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Mei 2026: Simak Rinciannya

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Mei 2026: Simak Rinciannya

2026-05-10
0
Pemerintah Kejar Target 10 Juta Pekerja Rentan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kejar Target 10 Juta Pekerja Rentan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

2026-05-10
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Melesat Usai Rilis Data Pekerjaan Amerika Serikat

Harga Emas Dunia Melesat Usai Rilis Data Pekerjaan Amerika Serikat

2026-05-10
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24?

2026-05-10

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.