Jakarta – Ada tiga klaster tantangan yang disoroti Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi. Mulai dari tantangan global, domestik, maupun internal OJK.
Friderica mengatakan, kondisi ketahanan sektor jasa keuangan saat ini dinilai cukup kuat di tengah memanasnya geopolitik global. Meski begitu, ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai.
BACA JUGA:Profil Dicky Kartikoyono, Pejabat BI yang Menyeberang ke OJK
BACA JUGA:Profil Hasan Fawzi, Lulusan Prancis yang Terpilih Jadi Dewan Komisioner OJK
BACA JUGA:Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua DK OJK Periode 2026-2031
BACA JUGA:Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK, Ini Alasannya
Kita melihat bagaimana fragmentasi geopolitik juga sangat mempengaruhi sektor jasa keuangan di seluruh dunia termasuk juga disrupsi dan digitalisasi di sektor keuangan, meningkatnya risiko perubahan iklim, meningkatnya kejahatan keuangan digital yang dampaknya kita rasakan juga di dalam Indonesia, kata Friderica dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (fit and proper test) Anggota DK OJK bersama Komisi XI DPR, Rabu (11/3/2026).
Dia juga melihat adanya tantangan domestik. Misalnya, adanya penurunan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan. Ada pula kompleksitas produk dan konglomerasi.
Lalu, kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional. Serta belum cukup mendalamnya sektor keuangan nasional. Kita melihat kemarin dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia, ucapnya.
Selain itu, Friderica juga menilik tantangan dalam internal OJK. Yaitu perlunya penguatan, pengaturan, pengawasan, dan juga peningkatan pelindungan konsumen, kemudian kompleksitas proses bisnis dan birokrasi, keterbatasan infrastruktur IT, dan juga tentu saja keterbatasan anggaran dan juga SDM, beber dia.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499595/original/041663900_1770790832-IMG-20260203-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327646/original/049800200_1534128587-Foto_Liputan6.com.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)