Jakarta – Bank Indonesia (BI) memilih untuk tidak menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dan justru memperbesar insentif bagi investor asing. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai langkah tersebut jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps).
Perry menjelaskan, BI meningkatkan insentif swap lindung nilai dari 10% menjadi 12,5%, serta memberikan insentif baru sebesar 15% untuk transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menarik aliran masuk (inflow) investasi portofolio asing.
BACA JUGA:Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp 1,52 Triliun pada Triwulan II 2026
BACA JUGA:BI Tegaskan Tak Larang Beli Dolar AS di Atas US$ 10.000
“Apakah menaikkan BI Rate atau meningkatkan insentif bagi masuknya aliran portofolio asing? Ini yang kami putuskan hari ini. Kenaikan insentif swap dari 10% menjadi 12,5% dan pemberian insentif DNDF sebesar 15% lebih efektif dibandingkan kenaikan BI-Rate 25 basis poin,” kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).
Menurut Perry, kebijakan tersebut mampu memperkuat nilai tukar rupiah tanpa harus membebani dunia usaha melalui kenaikan suku bunga pinjaman.
BI juga meyakini tingkat inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5% sepanjang tahun 2026 dan 2027.



/2018/12/19/1629742345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901439/original/036729000_1567581980-20190903_155509.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495794/original/037276100_1770435301-WhatsApp_Image_2026-02-07_at_09.49.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306148/original/075572400_1784864433-Pantauan_di_Jasamarga_Tollroad_Command_Center__JMTC_-24_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000975/original/019358200_1576748932-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)