Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau disebut Superbank, bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank dan GXS, menutup 2025 dengan kinerja keuangan yang solid sekaligus mencatatkan tonggak strategis sebagai perusahaan publik setelah penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2025.
Sepanjang 2025, Superbank membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax atau PBT) sebesar Rp 143,3 miliar, menegaskan keberhasilan model bisnis digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan. Keberhasilan IPO tersebut memperkuat struktur permodalan Perseroan dan secara resmi menempatkan Superbank dalam kategori Bank Umum berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
BACA JUGA:CATL Catat Laba Fantastis pada 2025, Pangsa Pasar Baterai Global Tembus 39,2 Persen
BACA JUGA:GoTo Berhasil Kantongi Pendapatan Bersih Rp 18,32 Triliun Tahun 2025
BACA JUGA:Kinerja Moncer! Superbank (SUPA) Catat Laba Bersih Rp 99,68 Miliar Tahun 2025
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menuturkan, 2025 merupakan periode transformasional bagi Superbank.
“Kami mencatatkan laba untuk pertama kalinya pada kuartal pertama 2025 dan menutup tahun dengan pertumbuhan yang kuat di seluruh indikator utama. Momentum IPO tidak hanya memperkokoh struktur permodalan kami, tetapi juga semakin meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap Superbank sebagai bank dengan layanan digital yang tumbuh sehat, efisien, dan relevan,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, capaian ini mencerminkan konsistensi strategi, tata kelola yang solid, serta sinergi yang kuat dengan ekosistem dalam memperluas akses layanan keuangan digital di Indonesia.
Pertumbuhan Finansial yang Kuat dan Tetap Prudent
Kinerja 2025 ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat dan ekspansi kredit yang tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 160% year-on-year (YoY) menjadi Rp 1,6 triliun, sejalan dengan pertumbuhan kredit sebesar 50% YoY menjadi Rp 9,6 triliun, terutama pada segmen ritel dan UMKM.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527070/original/015702400_1773169043-Amar_Bank_Digital_Space-10_Maret_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2824335/original/041767100_1560048960-20190608-Arus-Balik-Pemudik-Mulai-Padati-Tol-Trans-Jawa-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327646/original/049800200_1534128587-Foto_Liputan6.com.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)