Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan resilien di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Stabilitas makroekonomi juga dinilai tetap terjaga, sementara ruang pembiayaan perbankan masih terbuka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menggambarkan ketahanan sistem keuangan Indonesia seperti akar bambu yang mampu menghadapi tekanan sekaligus tetap lentur mengikuti perubahan.
BACA JUGA:Ekonom Buka Suara Soal Dana SAL di Himbara, Singgung Likuiditas Perbankan
BACA JUGA:Destry Damayanti Lantik Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Ini Pesannya
BACA JUGA:Utang Luar Negeri Indonesia Sentuh Rp 8.041, 77 Triliun pada Juli 2026
Menurut dia, prinsip RESILIENSI tercermin melalui empat hal. Pertama, responsif dalam membaca perubahan dan gejolak global. Kedua, sinergi antara kementerian, lembaga, otoritas, dan industri. Ketiga, lincah serta mampu bertahan dalam menghadapi perubahan. Keempat, siaga dalam mengantisipasi kerentanan sistem keuangan.
Sistem keuangan yang resilien tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga harus mampu mengubah ketahanan sistem keuangan menjadi pembiayaan yang lebih kuat bagi perekonomian, kata Solikin saat peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 (KSK No. 47)Â dikutip dair keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Untuk itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial yang longgar guna mendorong perbankan menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dan prioritas.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2025/04/04/2125923608.jpg)
/2026/05/25/188974398.jpg)
/2026/05/01/886842996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346696/original/041602600_1789193559-Untitled.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346121/original/051915500_1789110477-email-attachment_2026_09_11_ariefhakim-at-klyid_bahlil-lahadalia-pastikan-harga-bbm-subsidi-tidak-naik-meski-minyak-dunia-bergejolak_1000438087.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302028/original/043459600_1753970064-Gemini_Generated_Image_3a22373a22373a22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)